Harga Bawang Merah Anjlok jadi Rp 5 Ribu Perkilogram

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Nasib petani bawang merah lahan pasir kawasan Pantai Samas Desa Srigading Kecamatan Sanden Bantul berada diujung tanduk. Kondisi pelik itu terjadi setelah harga jual bawang merah terus anjlok hingga Rp 5 ribu/kg. Padahal dua pekan lalu, per kilonya masih diangka Rp 10 ribu/kg.

Petani bawang merah lahan pasir Pantai Samas, Rujito mengatakan bawang merah yang baru saja di panen hanya dihargai Rp 5 ribu/kg, padahal kualitas hasil panen sangat bagus. "Kami sebagai petani sangat sedih dengan kondisi saat ini. Hasil penjualan kali ini tidak bisa menutup biaya operasional yang dikeluarkan mulai tanam hingga 75 hari masa panen," jelasnya.

Rujito mengatakan mayoritas petani bawang merah lahan pasir yang panen bawang merah diperkirakan rugi. Jika setiap kilonya dibeli Rp 7 ribu, sebenarnya petani bisa impas dengan biaya yang dikeluarkan.

Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Bantul, Suroto mengungkapkan harga bawang merah saat ini terus merosot. "Coba banyangkan, ketika petani panen bawang merahnya dibeli pengepul Rp 5 ribu perkilonya, itu yang membuat petani terpuruk, "ujarnya.

Anjloknya Panen raya bawang merah sendiri di Kabupaten Bantul diperkirakan akan mulai berlangsung pada bulan September 2019 mendatang dengan luasan lahan bawang merah sekitar 1500 hektar. "Saya tidak bisa membayangkan bagaimana ruginya para petani termasuk. Saya sendiri yang menanam cukup banyak bawang merah," ungkapnya.

Sementara anggota DPRD Bantul, Suradal meminta pemerintah agar benar-benar memperhatikan keadaan sulit petani. “Petani harus mendapat perhatian, selama ini mereka berjuang untuk menjaga ketersediaan komoditas bawang merah. Oleh karena itu pemeritah harus hadir ketika petani dalam kondisi sulit,” ujar politisi PKB ini.

Plh Kepala DPPKP, Bambang Pin Erwanto mengatakan, turunnya harga bawang merah ditengarai akibat daerah lain juga masuk panen raya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI