Hindari Dampak Buruk Lingkungan pada Anak, 5 Mahasiswa UPN Yogya Dirikan Taman Pendidikan

BANTUL, Krjogja.com – Meski sejak tahun 2017 pemerintah telah resmi menutup praktik prostitusi dan karaoke ilegal di Parangkusumo, Bantul namun aktivitas secara terselubung, dilaporkan masih terjadi. Keadaan ini memunculkan kekhawatiran dampak buruk bagi anak-anak yang memiliki kesempatan untuk tumbuh lebih baik.

Hal tersebut menjadi perhatian lebih bagi masyarakat luar, khususnya 5 mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta untuk ikut meminimalkan dampak buruk kepada lingkungan, termasuk terhadap tumbuh kembang anak. Kelima mahasiswa ini berasal dari berbagai fakultas, yakni Vinka Anandani Qurayma (S1 Agribisnis), Susi Puryani (S1 Agribisnis), Lina Tusia Ningsih (S1 Manajemen), Evi Rahmawati (S1 Ilmu Tanah), dan Hafidh Ridwan Fakhruddin (S1 Informatika). Mereka membuat tim dengan Program Kegiatan Mahasiswa Pengabdian Masyarakat, dengan kegiatan dengan mendirikan sarana non formal, yakni Taman Pendidikan Lentera Harapan. Lokasi kegiatan, berupa mengajar tersentralisasi di Gardu Action Pesisir Pantai Parangkusumo.

Ketua Tim, Vinka Anandani dalam keterangannya, Jumat (3/9) mengemukakan, taman ini sebagai wadah untuk meningkatkan dan menumbuhkan minat-bakat dan potensi serta membentengi psikis juga karakter anak-anak. Kegiatan yang mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) merupakan upaya berpartisipasi dalam  membantu mengurangi pengaruh buruk lingkungan yang kurang baik terhadap tumbuh kembang anak yang berada di lingkungan tersebut. Program yang akan dilakukan meliputi program peningkatan karakter berupa pendidikan moral dan keagamaan serta program pengembangan potensi, minat, dan bakat berupa pembelajaran atau pelatihan kesenian daerah serta kewirausahaan. Program  berlangsung selama empat bulan ini diharapkan mampu meningkatkan pendidikan karakter dan mengembangkan potensi anak-anak di daerah lokalisasi tersebut.

“Pembentukan Taman Pendidikan Lentera Harapan merupakan wujud kontribusi yang nyata dalam pembentukan dan pengembangan karakter serta moral anak-anak bangsa Indonesia. Program ini juga bertujuan untuk menggali dan mengembangkan potensi minat bakat anak-anak, sehingga sebagai generasi penerus bangsa mereka dapat termotivasi untuk menggapai masa depan yang gemilang walaupun berada di tengah-tengah lingkungan yang tidak begitu baik atau kurang ramah bagi anak-anak,” ujar Vinka Anandani.

Anggota tim, Hafidh Ridwan menambahkan, dalam masa pandemi ini, tim PKM-PM Lentera Harapan melaksanakan pelatihan dan pembelajaran secara blended (daring dan luring) dengan komunikasi dua arah antara relawan  dan adik-adik asuh di sekitar kawasan Pantai Parangkusumo.

“Kami berharap agar program ini dapat menjadi suatu program yang berkesinambungan untuk mendukung pembentukan karakter dan moral para calon generasi penerus bangsa. Selain itu, Tim PKM-PM juga berharap dengan adanya Taman Pendidikan Lentera Harapan ini dapat memberikan contoh yang baik dan dapat menjadi contoh aksi nyata mahasiswa dan pemuda dalam berkontribusi memajukan pendidikan di Indonesia,” ujar Hafidh Ridwan.(*)

 

 

 

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI