Hujan Turun, Warga Masih Kesulitan Dapatkan Air Bersih

Editor: KRjogja/Gus


PIYUNGAN(KRJogja.com) – Kendati hujan sudah mulai turun di beberapa wilayah di Kabupaten Bantul. Namun sejumlah warga di Kecamatan Piyungan Bantul masih kesulitan  mendapatkan air bersih. Bahkan warga  harus antre untuk mendapatkan air bersih lewat saluran dari sumber air. Warga  berharap kedepan pemerintah memberikan solusi permanen terkait dengan penyelesaian masalah air bersih. Sementara anggota DPRD Kabupaten Bantul dari Partai Gerindra, Novi Sarhati merespons cepat persoalan warga tersebut dengan menggelontorkan air bersih.

Anggota komisi A DPRD Bantul ini droping air bersih di  Dusun Tambalan, Ngelosari dan Jasem Kecamatan,   Minggu (8/12). Sementara  Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten (BPBD) Bantul memastikan belum akan mencabut status darurat kekeringan meskipun sudah mulai turun hujan dalam beberapa hari terakhir ini.

"Persoalan air bersih menjadi kebutuhan warga paling mendasar, sehingga harus segera diberikan solusi. Oleh karena itu saya pribadi memberikan air bersih ini agar bermanfaat bagi warga," ujar Novi disela droping air bersih di Dusun Tambalan Piyungan Bantul. 

Menurutnya air sebagai kebutuhan pokok tidak bisa diabaikan. Warga setiap hari membutuhkan air untuk kelangsungan hidup sehari -hari.  Oleh karena itu aktivitas warga jangan sampai terganggu lantaran tidak adanya air bersih. "Kami menyalurkan air besih ini untuk berbagi dengan warga. Karena dalam kondisi hujan mulai turun masih banyak warga kesulitan mendapatkan air bersih," ujar Novi. 

Sementara tokoh masyarakat Tambalan, Manto mengatakan, sekarang ini memang sudah mulai turun hujan. Namun warga di RT 04 Dusun Tambalan Srimartani masih sulit  mendapatkan air bersih. Selama ini kebutuhan air bersih ditopang dari  mata air yang ada di gunung. Tetapi  belakangan ini debitnya terus mengalami penurunan. Sehingga setiap kepala keluarga dibatasi ketika membukan kran air semua warga kebagian. "Ya memang Mas, sudah hujan beberapa hari ini tapi kan sumber air belum pulih sepenuhnya. Kalau hujan intensif selama sebulan itu baru bisa pulih normal," ujar Manto.
 

Terpisah Kepala BPBD Bantul, Drs Dwi Daryanto MSi mengatakan, BPBD Bantul tetap akan melakukan droping air meskipun dalam beberapa hari terakhir ini sudah turun hujan. Karena untuk di daerah tertentu saat ini justru masuk puncak musim kemarau.  Kondisi itu terjadi di wilayah Srimartani Kecamatan Piyungan, Wukirsari Imogiri dan sejumlah wilayah di Pandak. Menurut Kecamatan Kecamatan tersebut masih memerlukan air bersih. Untuk menopang kebutuhan air di wilayah itu BPBD  Bantul sudah mengusulkan  tambahan anggaran sebesar Rp 40 juta melalui melalui pos anggaran dana tidak terduga.
"Pemda Bantul belum cabut status darurat kekeringan sampai hujan turun dengan frekuensi yang yang lebih tinggi," ujarnya .  (Roy)

BERITA REKOMENDASI