Hukum Dilucuti Dihadapan Teknologi Informasi

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRJOGJA.com – Disrupsi telah menggedor labirin. Bahkan hukum seolah menjadi usang, takluk dan dilucuti dihadapan teknologi informasi yang merusak sendi kehidupan masyarakat. Demikian ditegaskan Rahmat Muhajir Nugroho SH MH, Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Closing Ceremony Milad ke-24 FH-UAD di Aphitarium Kampus Utama, Ringroad Selatan, Bantul, Sabtu (11/12/2021).
Dalam kesempatan itu, Assoc Prof Dr Sonny Zulhuda PhD, dosen International Islamic University Malaysia menyampaikan Orasi ilmiah bertema ‘The Urgens of Personal Data Protection Law in Digital Technology Era’. Closing Ceremony Milad ke-24 FH – UAD bertema 'Penguatan Sistem Hukum di Era Digital’ tersebut
disampaikan sambutan oleh Dr Muchlas MT selaku Rektor UAD sekaligus menerima pemotongan
tumpeng.

Menurut Rahmat Muhajir, disrupsi tidak ada teritori, termasuk negara karena penduduk teknologi informasi digital terkini telah menerobos batas ruang dan waktu yang disebut sebagai cyberspace. “Pada saat ini semua orang terhuhung melalui international network sehingga dapat saling berinteraksi dengan siapapun, kapanpun dan di manapun seketika secara realtime,” ujarnya.

Ditegaskan, FH – UAD tidak ingin ketinggalan dengan isu hukum dan teknologi melakukan kegiatan kreatif
yang mengarah pada penguatan sistem hukum dan teknologi. Ke depan Hukum dan Teknologi/LawTech
harus bersinergi merumuskan kerja kolaborasi. Teknologi memudahkan pekerjaan manusia, namun pada
sisi lain, teknologi mempunyai dampak buruk bagi kehidupan yang perlu diantisipasi. “Oleh karena itu,
hukum dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara efektivitas dan efesiensi dengan moralitas, etika
dan perlindungan terhadap hak-hak azasi manusia,” tandasnya.

Sedangkan Rektor UAD, Dr Muchlas MT dalam sambutannya antara lain mengatakan, adanya disrupsi
justru memunculkan kreativitas dan mencari solusi. “Kreativitas itu dengan bentuk solusi yakni melakukan transformasi digital, jangan sekadar ikut – ikutan,” katanya.

Fakultas Hukum UAD membuat sesuatu kaitannya hukum dengan teknologi, membuat aplikasi hukum seperti Hallolawyer sebagai bentuk respons atau layanan kepada masyarakat luas tentang sistem informasi hukum. “Kami apresiasi membuat produk seperti ini. Disrupsi menjadi tantangan dari disiplin ilmu yang digeluti,” ucapnya.(Jay).

 

UAD

BERITA REKOMENDASI