IIQ AN NUR Yogya Wisuda 123 Sarjana

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Rektor Institut Ilmu Al Qur’an (IIQ) An Nur Yogyakarta, Dr Ahmad Sihabul Millah MA mewisuda 123 lulusan IIQ An Nur Yogyakarta tahun akademik 2020/2021 di kampus Ngrukem Bantul, Sabtu (18/9). Sebanyak 113 lulusan mengikuti wisudawa secara luring (offline) dan 10 orang mengikuti proses wisuda secara daring (online).

Dalam siaran pers yang diterima KRJOGJA.com, Sabtu (18/09/2021) dijelaskan dalam wisuda tahun ini, terdapat 43 wisudawan dengan predikat cumlaude (dengan pujian). Sedang 14 wisudawan yang telah mengkhatamkan Tahfidz Alquran 30 juz, sehingga mereka menyandang predikat hafidz-hafidzah.

Wisudawan terbaik dari Fakultas Tarbiyah, yaitu Umi Hasanah (IPK 3.74) dan tercepat Maryono (3 tahun 6 bulan 12 hari). Terbaik dan tercepat dari Fakultas Ushuluddin Ahmad Midhar dengan IPK 3.59 dan masa studi 3 tahun 10 bulan 27 hari. Sedang yang terbaik dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dewi Luluk Azhariyah (IPK 3.68) dan tercepat Fatim Nurhasanah (3 tahun 11 bulan 25 hari).

Juga ada empat wisudawan memiliki prestasi non akademik, yaitu Restu Ariandini dari Prodi Pendidikan Agama Islam yang telah menjuarai beberapa juara 1 lomba pidato nasional, sekaligus juga menjadi Duta Favorit Pelajar NU Jawa Tengah di tahun 2019. Kedua, Febiola Cindi Fatika Dita yang telah meraih juara 2 menulis Essay Nasional, dan ketiga atas nama Ahmad Burhanuddin yang telah meraih penulis terbaik dalam buku nasional ‘Melukis Senja’. Keempat, atas nama Idris Nuri yang telah meraih juara 2 Qiroatul Kutub tingkat nasional.

Upacara wisuda dihadiri KH Yasin Nawawi (Ketua Yayasan Al Ma’had An Nur), KH Muslim Nawawi (Pengasuh Ponpes An Nur), Drs KH Heri Kuswanto MSi (Ketua Senat), Prof Dr Phil Al Makin SAg MAg (Koordinator Kopertais Wilayah III Yogyakarta), H Abdul Halim Muslih (Bupati Kabupaten Bantul), dan Dr Syariuddin MSi (Pakar FEBI).

Rektor IIQ An Nur Yogyakarta, Dr Ahmad Sihabul Millah MA menyampaikan wisuda sejatinya menjadi titik awal bagi para wisudawan untuk mengoptimalkan potensi diri yang telah didapatkan dari kampus dalam memberikan lebih banyak manfaat dan solusi problematikan sosial keagamaan. Karenanya, mereka juga harus mendapat gelar pendamping, yakni gelar S.P. (Sarjana Profetik) dalam diri masing-masing. Artinya, para wisudawan harus mengoptimalkan tiga konsep dasar hidup, yakni humanisasi, liberasi, dan transendensi. (Fie)

BERITA REKOMENDASI