Ikhtiar Bersama Wujudkan Kedaulatan Pangan di Bantul

Selain menjaga lahan produktif di Kabupaten Bantul, salah satu penentu dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Bantul ialah ketersediaan infrastruktur pertanian. “Kita juga terus mendorong Pemda Bantul untuk memastikan ketersediaan infrastruktur pertanian. Tidak ada pilihan lain, jaringan irigasi merupakan jantungnya sektor pertanian,” jelasnya.

Agar target tercapai, Komisi B yang membidangi sektor pertanian tidak tinggal diam. Mereka susah bersepakat dan mengingatkan pemerintah yang baru ini memperhatikan infrastruktur di bidang pertanian. Mahmudin melihat, komitmen pemerintah Kabupaten Bantul yang dinahkodai duet H Abdul Halim Muslih -Joko Purnomo konsen disektor pertanian.

Keyakinan Mahmudin tersebut setelah melihat porsi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bantul untuk sektor pertanian terus merangkak naik.
“Alhamdulillah APBD Bantul yang sudah ditetapkan tersebut banyak yang tercurahkan untuk menopang kebutuhan infrastruktur pertanian serta sejumlah aspek pendukung lainnya,” kata Mahmudin.

Dengan anggaran begitu besar untuk pertanian, tentunya komitmen Pemda Bantul tidak perlu ditanyakan lagi. Aspek lain sebagai penyokong kekuatan utama ialah penguatan kelembagaan dibidang pertanian. Lembaga atau kelompok tersebut selama ini tidak dipungkiri lagi sebagai mesin penggerak produksi komoditas pertanian di Bantul.

“Kabupaten Bantul terdiri 17 kapanewon/ kecamatan, dan 75 kaluarahan dengan 900 dusun lebih. Dari jumlah itu ternyata 883 kelompok tani dan 398 kelompok wanita tani,” kata Mahmudin. Dari DPRD Bantul berkomitmen bersama Pemda Bantul memperkuat organisasi sebagai ujung tombak penggerak bidang pertanian. Dengan sinergitas semua stakeholder tersebut Mahmudinpun yakin status Bantul surplus bakal terjaga.

Namun paling utama adalah komitmen Pemda Bantul untuk menjaga aturan. “Luasan 14.000 hektare ini tentu tidak bisa mutlak, kebocoran- kebocoran khususnya untuk pembangunan yang sifatnya pribadi. Tapi untuk pengembang kita larang keras untuk mengembangkan pembangunan perumahan di kawasan hijau,” katanya.

Produk hortikultura di Bantul potensial dikembangkan mulai bawang merah, padi cabai serta tanaman sayuran lainnya. Menyikapi ditetapkannya Bantul oleh Kementerian Pertanian RI sebagai food estate atau lumbung pangan nasional. Mahmudin sepakat karena Bantul salah satu daerah penyangga pangan di Daerah Istimewa Yogjakarta.(Roy)

BERITA REKOMENDASI