Imbauan Wakil Bupati Tidak Digubris Petambang

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Imbauan Wakil Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih agar pengerukan pasir di tanah Sultan Ground (SG) di Srigading Gadingsari serta Gadingharjo Sanden untuk dihentikan seolah tidak digubris. Alih -alih berhenti, sehari setelah instruksi tersebut aktivitas penambangan di kawasan lahan pasir tersebut makin gencar. Sejumlah lokasi di tiga wilayah itu tetap melayani truk pembeli pasir baik lokal dan luar daerah.

Bahkan khusus di Srigading, sejumlah truk rela antre dibahu Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS). Sementara sejumlah petani sangat berharap agar pemerintah serius memerangi pengerukan pasir ilegal itu.

“Petani di sini tidak bisa berbuat apa-apa, kemarin Pak Wakil Bupati (Abdul Halim Muslih-red) datang meminta agar pengerukan pasir dihentikan. Tetapi sekarang mereka tetap mengeruk pasir dekat lahan pertanian. Dengan Wakil Bupati saja mereka berani apalagi dengan kita petani ini,” kata seorang petani yang ditemui KRJOGJA.com di lahan pasir Sanden, Jumat (15/09/2017).

Petani yang enggan disebut jati dirinya itu merasa prihatin dengan ulah penambang pasir yang secara membabi buta mengeruk lahan di dekat area pertanian warga. Padahal lahan pasir tersebut sudah bertahun-tahun jadi sumber penghidupan bagi masyarakat.

Selain mengancam lahan pertanian warga, jika terus dibiarkan makin mendekati ruas JJLS. Untuk saat ini dikawasan Srigading bekas galian sudah tidak bisa diolah dan diperkirakan bakal jadi sungai atau danau.

Sementara dari pantauan di lapangan, kerusakan akibat dari penambangan paling parah terjadi di Srigading Sanden Bantul atau disisi utara JJLS. Lokasi itu kini sudah menjadi  layaknya danau di tengah hamparan pasir.

Sementara Kapolres Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi SIK MM menegaskan, pihaknya bakal menertibkan praktik penambangan ilegal itu. “Nanti kita tertibkan pengerukan pasir tanpa izin itu,” ujarnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI