Implementasi Nilai Pancasila Tak Sekedar Demokrasi Politik

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Implementasi nilai Pancasila tidak bisa dilakukan sekadar terkait dengan demokrasi politik. Mestinya pengamalan tersebut sudah saatnya menyentuh pada aspek demokrasi ekonomi. Jangan sampai terjadi dalam penerapan itu dikendalikan oleh kaum liberalisme.

"Pancasila sekarang ini juga diancam dari kelompok penganut liberalisme," ujar  Pakar Ekonomi UGM, Dr Revridsond Baswir dalam sosialisasi UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indoensia (NKRI), Bhineka Tunggal Ika dan diskusi kebangsaan pengamalan pancasila di Kampung Mataraman Panggungharjo Sewon Bantul, Senin (26/03/2018).

Dalam acara itu juga menghadirkan nara sumber Anggota DPR/MPR RI, Drs HM Idham Samawi, Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pangung Lestari Desa Panggungharjo Eko Pambudi. Dijelaskan demokrasi jangan hanya dibatasi ketika berada dibilik kotak suara, dengan masuknya panganut liberalisme itu peran negara minim sekali.

Mereka tidak kenal dengan demokrasi ekonomi, yang diketahui hanya demokrasi politik, artinya cara berfikir sangat bertolak belakang dengan amanat pasal 33 UUD 1945. Kelompok itu tidak menghendaki adanya BUMN dan  tidak menghendaki kekayaan alam untuk masyarakat tertentu. “Tetapi penganut liberalisme itu hanya ingin sesuatu yang mereka  dikehendaki sesuai dengan mekanisme pasar,” jelasnya.

Sementara Drs HM Idham Samawi mengatakan, implementasi Pancasila tersebut harus berpihak yang berorientasi untuk membantu rakyat yang termarjinalkan. "Kami ingin masyarakat di Panggungharjo yang belum sekolah harus diperjuangkan untuk mendapatkan akses pendidikan," ujar Idham Samawi.

Dijelaskan, dalam implementasi Pancasila tidak perlu perbuatan muluk-muluk. Cukup memperjuangkan dan menjembatani pihak- pihak yang membutuhkan perhatian. Baik itu sektor pendidikan, kesehatan hingga bidang pertanian. (Roy)

BERITA REKOMENDASI