Indikasi Politik Uang, Masyarakat Canden Tolak Pilur

BANTUL, KRJOGJA.com – Mendekati pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pilur) serentak Kabupaten Bantul 2020, di Kalurahan Canden Jetis Bantul ada dugaan kuat terjadi politik uang yang dilakukan salah satu dari tiga calon lurah (Calur) Kalurahan Canden.

Koordinator Forum Pemantau Bebas Pilitik Uang Bantul, Zahrowi bersama pemuda dan relawan anti politik uang kalurahan setempat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media di Bantul, bahwa dugaan politik uang di Canden sudah ditemukan beberapa bukti, diantaranya uang receh Rp 50.000 an dan Rp 100.000 an, serta saksinya warga setempat. “Kasus ini akan segera kami laporkan ke aparat yang berwenang. Karena dalam pelaksanaan Pilur tidak ada Bawaslu, maka akan kami laporkan ke panitia pemilihan atau Polisi,” ungkap Zahrowi.

Zahrowi berharap, gebrakan pemuda setempat menolak politik uang akan berdampak terhadap demokrasi di desa yang bersih dan bisa menjadi edukasi generasi penerus. Pemberian uang dengan pesan untuk memilih calon tertentu merupakan penghinaan terhadap warga yang hanya dahargai dengan wujud uang Rp 50.000. “Besuk kalau jadi Lurah pasti tidak menghargai masyarakatnya,’tambah Zahrowi.

Sementara Ketua Forum Peduli Canden, Lutfi Adi memgemukakan, saat ini ada 20 pemuda yang ikut bergabung dalam Forum Peduli Canden. Forum ini akan terus melakukan pengawasan terhadap jalannya tahapan Pilur di Canden . “Dengan “Adanya tiga calon lurah ini ada potensi terjadi politik uang, jika kami menemukan bukti-bukti kuat terjadi politik uang, akan segera kami laporkan kepada yang berwajib,” ungkapnya.

BERITA REKOMENDASI