Indonesia Berkesempatan Rebut Pasar Mebel Dunia

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Merebaknya virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan Cina ke seluruh dunia tak selalu ditanggapi secara negatif. Tetapi adanya virus Corona menjadi salah satu kesempatan bagi Indonesia untuk merebut pasar ekspor khususnya dibidang mebel dan furniture.

“Dengan adanya virus Corona secara otomatis ekspor barang-barang Cina distop. Termasuk produk mebel dan furniture dunia sebanyak 30% dikuasai Cina dan Indonesia hanya 1,2%. Setelah ekspor barang-barang Cina kosong sekarang menjadi peluang bagi Indonesia untuk mengisi pasar tersebut,” ujar Endro Wardoyo, Ketua Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2020 saat menggelar tumpengan 5 tahun JIFFINA di Jogja Expo Center (JEC) Banguntapan Bantul, Kamis (12/3/2020).

Disebutkan, semenjak adanya virus Corona yang menyerang Cina nyaris tidak ada barang yang diekspor. Sehingga negara Amerika dan negara-negara lain sekarang tidak biasa impor barang dari Cina karena stok kosong. Padahal negara tersebut sebagai pemasok barang paling banyak di dunia.

“Kondisi ini menjadi harapan besar bagi para IKM, UKM dan para pengusaha untuk memasarkan produknya. Pemerintah harus tanggap dengan kondisi ini, sehingga pengusaha Indonesia dapat mengekspor barang ke luar negeri. Hal ini juga berimbas bagi pemasukan devisa negara akan ikut naik,” lanjut Endro.

Untuk itu dalam pelaksanaan pameran mebel dan furniture bertajuk JIFFINA tetap digelar meski isu virus Corona masih merebak. Panitia tetap optimis banyak buyer dari luar negeri akan datang ke pameran JIFFINA yang akan digelar pada 14-17 Maret di JEC. Karena pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan larangan buyer kecuali negara Iran, Korea Selatan dan Italia.

“Dari Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) kami targetkan 4.500 visitor akan tercapai. Sampai saat ini sudah ada 1.200 visitor dari 48 negara menyatakan akan hadir. Jumlah ini akan terus bertambah, bahkan dari pengalaman tahun lalu banyak buyer on teh spot jumlahnya lebih banyak,” tegas Endro.

Sementara Ketua JIFFINA Jawa-Bali, Timbul Raharjo menyatakan, pameran JIFFINA kali ini menjadi program unggulan bagi pengusaha maupun pemerintah dalam memasarkan produk-produknya. Karena sampai saat ini JIFFINA sebagai salah satu langkah para pengusaha dalam memasarkan produk secara langsung kepada buyer.

“Terbukti hingga lima tahun ini JIFFINA tetap eksis. Bahkan adanya krisis maupun isu virus Corona tak membuat pelaksanaan JIFFINA menjadi terhenti. Ini sebagai bukti produk tetap berkualitas dan pasar Indonesia aman,” tegas Timbul Raharjo. (Usa)

BERITA TERKAIT