Innalilahi…Waluya ‘Waluh’ Tutup Usia

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Seniman multi talenta Yogyakarta, Ki Waluya atau yang akrab disapa Waluh tutup usia, Selasa (25/7/2017). Seniman yang akrab di dunia ketoprak, wayang dan dagelan ini meninggal di usia 63 tahun dengan meninggalkan 4 anak dan 3 cucu.

"Sakitnya sudah sekitar enam bulan ini. Bapak itu sering sesak nafas. Tapi semalam batuk sama sesak hingga akhirnya meninggal jam enam pagi," tutur menantu almarhum Ki Waluh, Bogi Alim kepada KRjogja.com di rumah duka Depok Gonjen Rt 06 Tamantirto Kasihan Bantul.

Menurut Bogi, almarhum merupakan sosok yang menyenangkan bagi keluarga. Pasalnya, Ki Waluh selalu menghadapi persoalan dengan santai dan penuh senyuman. Namun begitu, hal tersebut tidak mengurangi perhatian Waluh pada hal yang harus diselesaikan. "Saat lawan bicaranya serius, bapak selalu santai. Tertawa. Tapi tidak berarti meremehkan. Karena pasti juga selesai," lanjutnya. 

Keceriaan ini pula yang selalu dibawa almarhum Waluh di tengah keluarganya. Maklum saja jika Bogi mengaku senyum dan tawa akan selalu muncul meski hanya dengan melihat sosok Waluh. 

Meski populer di dunia seni panggung, tapi belum ada sosok keturunannya yang terlihat mengikuti jejak sang ayah. Jikapun ada, sifatnya sebatas belum profesional dan hanya sambil lalu. "Sebenarnya dari anak-anak itu kepengen bapak ada penerusnya. Tapi sampai sekarang yang benar-benar profesional belum ada. Paling cuma nyanyi, itupun belum seberapa," sebut Bogi. 

Sosok Waluh juga menginspirasi banyak seniman muda Yogyakarta. Salah satunya Budi 'Mbah Suto' Wiyoso yang mengaku banyak belajar dari sosok almarhum. Bukan hanya di dunia panggung ketoprak, tapi juga dalam hal pranatacara maupun bidang seni lainnya. "Beliau sosok yang tekun dalam belajar. Buktinya meski diperoleh dari otodidak, tapi kemampuannya tidak perlu diragukan dan memberikan banyak inspirasi," tukasnya. (R-7)

BERITA REKOMENDASI