Inovasi Pangan Lokal dapat Meningkatkan Ketahanan Pangan, Gizi dan Ekonomi Masyarakat

BANTUL, KRJOGJA.com – Mahasiswa Alma Ata Graduate School of Public Health (AAGSPH) atau prodi S2 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Alma Ata melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Kamijoro dan Kunden, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Kegiatan yang dilakukan adalah seminar dengan topik “Optimalisasi Pemanfaatan Pangan Lokal serta Pemberdayaan Ekonomi mkasyarakat melalui Digital Marketing”.

“Acara diikuti oleh pelaku UMKM di dusun tersebut yang rata-rata adalah pengusaha emping mlinjo. Kami memberikan pemaparan tentang pangan lokal untuk ketahanan pangan dan gizi. Pangan lokal sangat penting untuk ketahanan pangan dan pola konsumsi pangan, terutama saat menghadapi tantangan yang dapat memengaruhi ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatannya,” ujar Siska Ariftiyana, S.Gz, salah satu perwakilan mahasiswa AAGSPH.

Dalam pemanfaatan pangan lokal diperlukan teknologi pengoolahan bahan pangan lokal. Teknologi yang dapat dilakukan antara lain adalah 1) Teknologi lokal (pembakaran/pemangganan, pengukusan, penggorengan, fermentasi. Contoh: ubi bakar, singkong goreng, tape. 2) Teknologi olah minimal, contohnya pembuatan tepung singkong, sawut ubi. 3) Teknologi pengolahan lanjut, teknologi yang digunakan untuk makanan setengah jadi seperti : mie, pasta, rerotian, kreasi baru (lapis, bakpao).

“Strategi pengembangan pangan lokal yang dapat dilakukan dalam pengembangan industri rumah tangga, seperti produksi makanan tradisional atau makanan kreasi abru (lapis, talas, bakpao), pengembangan agroindustri (kapasitas besar) menghasilkan produk siap konsumsi atau setengah jadi, dan pengembangan industri tepung campuran yang menjadi salah satu strategi yang diharapkan mampu meningkatkan peran pangan lokal dalam pola pangan nasional,” imbuhnya.

Selain pangan lokal dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi, pangan lokal juga berperan pada masa Pandemi COVID-19. Dilansir dilaman Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Kementrian Pertanian (Suryana, 2020) menyebutkan bahwa pangan lokal dapat berperan sebagai sumber keragaman pangan untuk pencapaian ketahanan pangan dan gizi keluarga, sebagai hasil kreatfvitas budaya dan kearifan lokal yang dapat meningkatkan ketersediaan beragam makanan bergizi, pangan lokal dapat menjadi katup pengaman dalam menjaga pasokan pada saat terjadi guncangan terhadap ketersediaan pangan dan usaha pangan lokal dapat berpotensi sebagai pencipta kesempatan kerja dan tambahan pendapatan rumah tangga serta penggerak ekonomi daerah.

“Sehingga dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi melalui pangan lokal dapat dilakukan dengan pengembangan diversifikasi pangan lokal, pemanfaatan pangan lokal secara massif dan pemanfaatan lahan pekarangan (untuk budidaya tumbuhan pangan lokal/peternakan/budidaya ikan),” pungkasnya.(*)

BERITA REKOMENDASI