Institut Ilmu Qur’an An-Nur Gelar Seminar Da’i Sukses

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRJOGJA.com – Korps Dakwah (Korda) mahasiswa Institut Ilmu Qur’an An-Nur (IIQ An Nur ) Yogyakarta menggelar seminar dan pelatihan Da’i Nasional. Dalam kegiatan tersebut mengangkat tema “Aktualisasi Gerakan Dakwah di Era Milenial menuju Islam Rahmatan lil ‘Alamin”. Da’i milenial sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan yang makin kompleks.

Ketua Korda mahasiswa Institut Ilmu Qur’an An-Nur (IIQ An Nur ) Yogyakarta Asep Naparil mengatakan, jika kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja yang mesti dilakukan. Melatih da’i milenial sudah sangat mendesak untuk sekarang ini. Sehingga menjadi lebih profesional dalam bercakap, berwawasan luas mengenai peta gerakan dakwah.
Tantangan harus diurai solusinya dan strategi dakwah yang harus dilakukan sekarang ini.

Dalam seminar nasional tersebut dipandu Yudi Supriyadi dengan menghadirkan narasumber yakni Ketua Perkaderan PP IPNU
Khoyrul Anwar serta Ustadz Rustam Nawawi, MPd sebagai tokoh pendiri Korda IIQ An Nur Yogyakarta yang juga Dosen STEBI Al Muhsin Yogyakarta.

Sementara Khoyrul Anwar fokus menjelaskan terkait dinamika dan tantangan yang dihadapi generasi milenial dalam dunia dakwah. Dalam berdakwah, da’i milenial harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Terlebih di era digital saat ini, milenial harus mampu mengaplikasikan metode dakwah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain harus percaya diri, seorang da’i mesti terus memperkaya kemampuan intelektualnya dengan banyak membaca dan berdiskusi. Sedang Ustadz Rustam Nawawi, M.Pd menjelaskan materi terkait retorika dakwah. Termasuk memberi wawasan paradigma strategi dakwah aswaja atau moderasi beragama dan memperhatikan nilai-nilai filosofis budaya Nusantara.

” Kita sebagai da’i diharapkan mampu beradaptasi di lapangan saat berbicara didepan publik, maka dalam menyampaikan dakwah, da’i harus bisa menyesuaikan gaya bahasanya dengan audiens,” ujarnya.

Rustam mengajak peserta seminar dan pelatihan da’i nasional untuk praktik membuat materi sederhana dan motede dalam menyampaikan dakwah secara langsung di depan peserta lain. Seminar diikuti sekitar 30 peserta dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. (Roy)

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI