Investasi Konservasi Pesisir Selatan Bantul, Sampah Hambat Pengembangan Mangrove 

Editor: Ary B Prass

BANTUL, KRJogja.com – Kelompok Tani Hutan (KTH)  Mangrove Tegalrejo -Tegalsari,  (Rejosari) Kalurahan Srigading Kapanewon Sanden Bantul berjuang merintis hutan bakau dikawasan Pantai Samas. Mereka tidak pernah lelah menjaga agar bibit mangrove tumbuh menjadi pohon demi masa depan masyarakat. Sejauh ini sampah tetap menjadi musuh besar bagi mangrove di kawasan pantai selatan Bantul.
“Salah satu tantangan berat yang harus saya dan teman -teman hadapi merintis hutang mangrove ini soal sampah. Ketika sampah menumpuk, mengepung mangrove kecil bisa mati, ” ujar Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH)  Mangrove Tegalrejo -Tegalsari,  (Rejosari) Kalurahan Srigading, Sancoko Minggu (4/7/2021) dipusat pengembangan hutan mangrove Tegalrejo Srigading Sanden.
Melindungi mangrove dari sampah,  KTH tidak punya pilihan kecuali memasang jaring pengaman disisi selatan laguna. Dengan harapan sampah rumah tangga tidak akan menyentuh kawasan budidaya hutan mangrove.  Ketika tidak pasang jaring pengaman sampah,  ketika air pasang,  aneka sampah tersebut bakal  mengepung mangrove.  Ketika air surut hamparan sampah akan menimbun bahkan melilit mangrove.  Dari total lahan seluas 10 haktare, kini baru 4 hektare sudah ditanami sejak tahun 2009.
Sancoko mengatakan, manfaat tanaman mangrove bagi kehidupan masyarakat pesisir punya arti sangat pentig.  Paling dominan untuk barrier pertanian,  karena di sisi utaranya  merupakan  lahan pertanian.  Komoditas pertanian tidak begitu kuat dan tahan dengan terpaan angin laut yang mengandung kadar garam.  Sehingga boleh dibilang kawasan hutang mangrove jadi pusat konservasi.
Ketika ditanya soal dampak langsung dari pengembangan hutan mangrove saat ini memang belum terlihat. “Kalau tanya sekarang, dampaknya belum terlihat dari bibit mangrove yang kita budidayakan.  Tetapi 10 tahun kemudian generasi mendatang yang akan merasakan kemanfaatannya. Kita mencoba berinvestasi tentang konservasi bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Merintis hutang mangrove di kawasan selatan Bantul Pantai Samas tidaklah mudah. Bibit -bibit tersebut membutuhkan perlakuan khusus agar tetap hidup ditengah membludaknya sampah dipantai selatan Bantul. Namun perjuangan yang ditempuh saat ini tidak akan sia-sia dibanding dengan kemanfaatan hutan mangrove dimasa mendatang. “Apa yang sekarang teman teman KTH Rejosari lakukan pasti  ada manfaatnya. Pemerintah juga memberikan suport penuh untuk kegiatan ini,” ujar Sancoko. (Roy) 

BERITA REKOMENDASI