Investor Asal Swiss Bakal Olah Sampah TPST Piyungan Jadi Listrik

BANTUL, KRJOGJA.com – Hingga kini sampah menjadi persoalan serius di beberapa kota besar di Indonesia, termasuk di Kota Yogyakarta. Bahkan dampak sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan  sempat menyulut emosi warga sekitar hingga memicu demontrasi besar-besaran dengan memblokir pintu masuk menuju area TPST. Efek dari demontrasi itu, hampir satu pekan truk tidak bisa membuang sampah ke TPST Piyungan. Sejumlah sudut kota Yogyakarta, Bantul dan Sleman jadi lautan sampah. 

Sebagaimana diketahui, dalam sehari sekitar 600 ton sampah masuk TPST Piyungan. Ratusan ton sampah sekadar ditumpuk hingga lokasi pembuangan sampah di TPST Piyungan makin sesak. Sampah di Yogyakarta bagai bom waktu yang bakal meledak setiap saat hingga memicu masalah serius di Yogyakarta.

Melihat permasalahan sampah di Yogyakarta yang sudah sedemikian serius tersebut membuat anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Golkar Dapil DIY  Drs Gandung Pardiman MM tidak tinggal diam. Politisi Partai Golkar itu  langsung memimpin rombongan dalam kunjungan perorangan DPR RI ke Swiss, jumat pekan lalu. Gandung minta jajaran Duta Besar Indonesia di Swiss melakukan pendekatan kepada sejumlah perusahaan Swiss untuk mengolah sampah menjadi Listrik.

Dalam kunjungan itu, sembilan  anggota DPR RI diterima di Kedutaan Besar Indonesia untuk Swiss di Swiss. Mereka  diterima wakil Duta Besar Indonesia untuk Swiss Eka Suripto. Dalam pertemuan itu, Gandung memaparkan tentang wacana kerjasama Pemda DIY dengan dua investor asal Swiss yang tertarik mengengola sampah menjadi listrik. Bahkan dua investor yakni Synergy Financial Consept AG dan Swiss Asset Manager Ltd sebenarnya beberapa tahun lalu sudah bertemu dengan Pemda DIY menawarkan diri untuk mengelola sampah menjadi Listrik, tetapi hingga kini  belum terealisasi.

"Masalah sampah di Yogyakarta itu sekarang ini sudah menjadi permasalahan sangat serius. Karena warga di sekitar TPST Piyungan sering demo karena air limbah sampah yang masuk pemukiman. Karena permasalahan itulah kedatangan kami rombongan DPR RI meminta kepada keduataan besar RI di Swiss untuk bisa membantu merealisasikan kerjasama pengelolaan sampah ini," ujar Gandung Pardiman, saat rombongan DPR RI bertemu dengan Wakil Duta Besar Indonesia untuk Swiss di Swiss Jumat pekan lalu. Gandung mengatakan, merujuk informasi yang sudah diterima, dua investor itu sudah langsung melihat kondisi TPST di Piyungan. Mereka sangat tertarik untuk mengolah sampah menjadi energi listrik. Keseriusan itu dibuktikan dengan adanya pertemuan dengan Pemda DIY untuk menawarkan kerjasama.  Setelah sampai Tanah Air, komisi VII DPR RI akan kembali melihat secara langsung kondisi terkini tempat pembuangan akhir sampah di Piyungan.

"Akhir Juli ini di masa reses  kami, komisi VII DPR RI akan melakukan kunjungan kerja ke DIY khusus  melihat langsung TPST di Piyungan Bantul Yogyakarta untuk mencari jalan keluar. Setelah itu, baru wacana kerjasama mengolah sampah Pemda DIY dengan Swiss akan dibicarakan dan dibahas  dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) agar terealisasi. Karena Menteri LHK sudah siap memback up," ujarnya.

Dalam kunjungan kerja itu, anggota DPR RI berjumlah sembilan orang, yakni Gandung Pardiman, Hardisoesilo, Jery Sambuaga, Dito Ganinduto, Julianus Pote Leba dan Imanuel Ekadianus Blegur dari Fraksi Golkar. Kemudian Anita Jacoba Gah dari Fraksi Demokrat dan Aryanto Munawar dari Fraksi PKB. Rombongan yang dipimpin Gandung Pardiman ini diterima oleh Eka Suripto Minister Counsellor Kedutaan Besar RI di Swiss.(Roy)

BERITA REKOMENDASI