Jadi RS Pendidikan, SDM RSPAU Hardjolukito Tak Boleh Minim

BANTUL, KRJOGJA.com – Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) dr. S. Hardjolukito tengah melakukan akreditasi untuk menjadi RS Pendidikan. Dalam proses akreditasi ini ada beberapa persiapan yang dilakukan. Sementara untuk menjadi RS Pendidikan diperlukan SDM yang mencukupi alias tidak boleh minim.

“Sama halnya dengan kegiatan sekolah satu guru mengampu 30 siswa. Jika menjadi RS Pendidikan, idealnya satu dokter mengampu lima Co Assisten maupun Residen,” urai Kepala RSPAU Marsma TNI, dr Djunaidi,Sp.KP disela pelaksanaan Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan, Rabu (26/2/2020) menuturkan RSPAU ini nanti akan menjadi wahana pembelajaran. Meski demikian untuk menjadi sebuah RS Pendidikan diperlukan akreditasi karena semua harus terstandar.

“Selain persyaratan administrasi ada pula beberapa standar yang harus dipersiapkan sesuai dengan standar yang diperlukan seperti ruang rawat jalan, klinik rawat inap tambahan, ruang fasilitas menginap bagi dokter, residen dan Co Ass karena mereka bekerja 24 jam dan membutuhkan ruang istirahat. Adapula perpustakaan serta ruang diskusi,” urainya. Adapun RSPAU, telah melakukan persiapan untuk menjadi RS Pendidikan lebih dari 4 tahun lalu.

Dekan Fakultas Kedokteran- Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Prof dr Ova Emilia mengaku Co Ass dan residen dari UGM yang ditempatkan di RSPAU Hardjolukito telah banyak. Dari calon dokter yang magang di RSPAU Hardjolukito beberapa di antaranya merupakan spesialis seperti Spesialis Syaraf, Spesialis Bedah Syaraf dan sebagainya.
Ditambahkannya, Fakultas Kedokteran UGM juga telah beberapa kali melakukan kerjasama dengan RSPAU seperti pengadaan buku-buku penunjang pembelajaran yang ditempatkan di perpustakaan RSPAU Hardjolukito. (Aje)

BERITA TERKAIT