Jadikan Lebaran Sebagai Titik Kebangkitan Pariwisata

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRJOGJA.com – Seiring dengan semakin melandainya penularan Covid dan pemerintah melonggarkan kebijakan, termasuk memberikan kebebasan kunjungan wisata Lebaran 2022, maka kondisi ini pasti akan membawa dampak positif terhadap kebangkitan sektor pariwisata pasca pandemi.

Kebijakan kelonggaran pemerintah bukan berarti pandemi Covid- 19 sudah hilang atau punah, tetapi paling tidak situasinya tidak seburuk ketika pandemi sedang mengganas, sehingga memunculkan harapan baru di sektor pariwisata.
Kabupaten Bantul yang wilayahnya mempunyai banyak objek wisata diprediksi akan menikmati kebangkitan sektor pariwisata, ditandai dengan pengunjung wisata yang membanjiri objek- objek wisata di Bantul selama musim libur dan mudik Lebaran 1443 H /2022 M.
Mahmudin SP anggota DPRD Bantul dari Fraksi Partai Kebangkitan Bantul (PKB) berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bantul bisa memanfaatkan momentum musim liburan dan mudik Lebaran sebagai titik kebangkitan perekonomian di sektor pariwisata, meliputi wisata alam, kuliner, kerajinan, kesenian dan lainnya yang semuanya ada di Bantul.
” Bangkitnya sektor pariwisata juga akan berdampak menggeliatnya kembali UMKM di Bantul sehingga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat juga meningkatnya masuknya Pendapatan Asli Daerah  ( PAD),” ungkap Mahmudin.
Pariwisata  adalah salah satu faktor dalam membantu upaya percepatan pembangunan daerah. Karena itu citra daerah juga ditentukan oleh sektor pariwisata dan mata masyarakat yang menilai suatu daerah layak atau tidaknya untuk dikunjungi. “Maka berbagai langkah alternatif untuk promosi perlu dicoba,” imbuh Mahmudin.
Ada beberapa langkah untuk promosi wisata daerah, diantaranya memperbaiki insfrastruktur yang memadai, karena dengan insfrastruktur yang baik akan semakin membuat wisata betah berkunjung.
Untuk pengembangan wisata perlu menggandeng investor. Karena jika hanya mengandalkan modal dari pemerintah, mungkin untuk pengembangan pariwisata bisa tersendat. Tetapi kerjasama dengan investor jangan sampai pemerintah dirugikan. Jadi kedua pihak harus bisa menikmati keuntungan.
Kemudian untuk menggalakkan promosi wisata perlu ada ujung tombaknya, seperti duta wisata. Keberadaan duta wisata akan menyampaikan tentang keberadaan pariwisata di Bantul kepada masyarakat luas dan ke luar daerah bahkan ke luar negeri.
Selain itu, promosi melalui internet harus dilakukan, mengingat saat ini sudah memasuki era industri sehingga IT sangat berperan dan sarana konvensional mulai ditinggalkan. Untuk itu pengelola wisata harus mempunyai website yang memadai. “Website menjadi rujukan bagi wisatawan domistik maupun manca negara.
“Objek wisata juga penting dijaga nama baiknya. Untuk menjaga nama baik objek wisata, Pokdarwis wajib mengawasi menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan, kenyamanan pengunjung. Jangan ada aji mumpung menaikkan harga menu kuliner atau melipatgangakan tarif parkir kendaraan yang bisa menimbulkan protes maupun rasa kapok terhadap pengunjung,” ungkap Mahmudin. (Jdm)
FOTO: Istimewa
( Mahmudin SP )

BERITA REKOMENDASI