Jalan Ambles Belum Diperbaiki, Dewan Angkat Bicara

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Masyarakat minta kebijakan pemerintah Kabupaten Bantul segera memperbaiki jalan ambles di Objek Wisata (Obwis) Srikeminut Dusun Wunut Kalurahan Sriharjo Kapanewon Imogiri. Ruas tersebut selain jadi akses utama warga sekaligus penggerak sektor wisata di kawasan itu.

Rencana penanganan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul terganjal kebijakan pengurangan anggaran untuk penanganan Covid- 19. Sementara Komisi C DPRD Bantul, minta pemerintah Bantul mengambil langkah strategis. Pembangunan sarana sektor wisata sebagai penggerak ekonomi dan penyerap tenaga kerja harus diprioritaskan.

Lurah Sriharjo Lurah Sriharjo Kapanewon Imogiri, Titik Istiwayatun Khasanah SPd, Senin (15/03/2021) menjelaskan masyarakat memang dibuat resah dengan situasi di Srikeminut berkaitan dengan jalan longsor. Beberapa kali sudah disurvei BPBD, kemudian dari dewan Komisi A, Komisi C DPRD Bantul, tapi ternyata sampai dengan hari ini belum ada tindak lanjut.

“Kami berharap kerusakan jalan ini tetap menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Bantul. Kebetulan ruas jalan ini statusnya jalan kabupaten,” ujarnya.

Dari Kalurahan Sriharjo berencana akan melakukan audiensi dengan bupati. “Intinya jalan yang hampir putus itu betul-betul bisa ditindaklanjuti,” jelasnya.

Terpisah anggota Komisi C DPRD Bantul H Suryono SM mengatakan, karena Covid-19 ada refocusing anggaran. Situasi tersebut juga berpengaruh pada PAD Kabupaten Bantul termasuk DAU dan DAK. Oleh karena itu kebijakan skala prioritas mesti dilaksanakan.

“Misalnya jalan ambles di Wisata Sriharjo harus diprioritaskan. Disana wisata baru saja buka, termasuk sektor yang mampu menampung tenaga kerja dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Olah karena itu perlu diprioritaskan,” ujar Suryono.

Sementara Dukuh Wunut Kalurahan Sriharjo, Sugiyanto mengatakan, keberadaan jalan tersebut sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun sejak akhir tahun 2020 jalan tersebut ambles dan hingga sekarang ini belum diperbaiki.

“Boleh dibilang warga itu belum memanfaatkan jalan tersebut. Karena begitu selesai dibangun tidak lama kemudian ambles karena faktor alam,” ujar Sugiyanto. (Roy)

BERITA REKOMENDASI