Jalan Cinomati Bakal Dilebarkan, Butuh Anggaran Rp 65 M

BANTUL, KRJOGJA.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul membutuhkan anggaran Rp 65 miliar untuk biaya melebarkan jalan ‘cinomati’ yang menghubungkan Pleret-Dlingo. Kebijakan tersebut diambil supaya akses wisatawan menuju objek wisata di sekitar Dlingo makin lancar serta perekonomian warga sekitar jalur tersebut tumbuh. Program pelebaran jalan itu akan dilakukan secara bertahap dengan jangka waktu tiga tahun. 

Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis, Rabu (6/2/2019) mengatakan, mengatakan karena banyaknya biaya  yang mesti dikeluarkan. Sehingga kebijakan  yang diambil, pelebaran akan dilakukan secara bertahap   dimulai tahun 2019 ini. Merujuk kajian yang sudah dilakukan, estimasi total kebutuhan anggaran sekitar Rp 65 miliar. Dana itu salah satunya untuk anggaran pembebasan lahan yang mencapai 42.267 meter persegi di sepanjang  ruas itu. Sedang pos anggaran lainnya untuk konstruksi jalannya. Menurutnya, terdapat tiga ruas jalan akan dilebarkan di jalur itu, meliputi jalan Bawuran-Wonoleleo dengan panjang 1.775 meter, Piyungan-Wonolelo sepanjang 1.225 meter, serta jalan Terong Dlingo-Wonolelo Pleret sepanjang 2.659 meter.

"Pemerintah mematok target, pelebaran jalur Cinomati ini akan selesai dalam waktu tiga tahun dimulai tahun ini. Sedang tahun ini pemerintah  baru bisa menganggarkan Rp 4 miliar untuk perencanaan, penyusunan dokumen serta pembebasan lahan," ujar  Helmi ditemui usai rapat koordinasi bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bantul terkait rencana pelebaran jalur Cinomati di ruang kerja Bupati Bantul.

Sesuai rencana, Cinomati bakal dilebarkan menjadi tujuh meter. Sementara lebar jalan jalur terebut untuk sekarang ini sekitar empat meter. Jalur Cinomati kata Helmi mendesak untuk dilebarkan, karena jalur tersebut padat kendaraan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata di Dlingo. Jika sudah lebar, akses itu bakal membawa dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Pemerintah ingin pelebaran jalur Cinomati dipercepat. Namun persoalan terbatasnya anggaran sehingga dilakukan secara bertahap.

Meski begitu, pihaknya kini tengah berusaha pos anggaran lain bisa dialokasikan untuk pelebaran jalur itu.  "Program ini membutuhkan angaran sangat banyak, oleh karena itu kami akan memohon kepada Pemda DIY untuk bareng-bareng membiayai kegiatan ini," ujarnya.  

Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Eka Budi Santoso ST MT mengatakan, kini DPUPKP sedang mengkaji terkait kebutuhan lahan yang akan dibebaskan. Karena lahan yang harus dibebaskan di sepanjang jalur dari Piyungan hingga Wonolelo itu banyak pemiliknya. Disepanjang jalan itu, terdapat lahan milik warga, lahan Sultan Ground (SG) serta tanah kas desa. Sedang khusus tanah kas desa, pemerintah mesti menyiapkan penggantinya.

Sebagaimana diketahui, jalur Cinomati sangat ramai dilalui wisatawan terutama ketika liburan. Karena akses itu menjadi jalur alternatif terdekat menuju objek wisata di wilayah Dlingo dan sekitarnya. Kapolres Bantul AKBP Sahat Marisi Hasibuan SIK MH menyambut baik rencana pelebaran jalur Cinomati. Pihaknya sangat mendukung sepenuhnya kebijakan bupati Bantul Drs H Suharsono tersebut.(Roy)

BERITA REKOMENDASI