Jalur Cinomati Rawan Longsor

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Cuaca cukup ekstrem beberapa hari terakhir berdampak pada meningkatnya potensi bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul merespons dengan mempersiapkan semua personel Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), karena hujan dalam beberapa terakhir sudah menimbulkan longsor di beberapa titik. Longsor sudah terjadi dibeberapa titik, termasuk di talut Makam Grogol Parangtritis, jalur Cinomati, tebing dengan ketinggian 10 meter juga longsor.

Kepala BPBD Bantul, Drs Dwi Daryanto MSi mengatakan peran FPRB dan potensi relawan dimasing-masing wilayah sangat vital. Mereka jadi tulang punggung dalam membantu penanggulangan bencana alam. Akurasi data dan kecepatan penanganan dibutuhkan untuk meminimalisir korban.

Baca juga :

Subsidi Besar, Layanan Trans Jogja Harus Baik
DIY Waspada Banjir Lahar Hujan Merapi

"FPRB di masing-masing desa diharapkan bisa memberikan langkah tercepat dalam penanggulangan bencana alam. Sehingga ketika musim hujan, apalagi menghadapi cuaca ekstrem, seluruh potensi FPRB di Bantul siap," jelasnya.

Sementara itu anggota FPRB Desa Wonolelo Pleret, Muhammad Adip, mengungkapkan jika sepanjang jalur Cinomati ada beberapa titik rawan longsor. Jalur penghubung Kecamatan PleretDlingo selain punya tanjakan curam, sisi kanan dan kiri jalan merupakan tebing tinggi.

Menurutnya, khusus jalur di wilayah Pleret dua titik tebing punya potensi longsor cukup tinggi. Oleh karena itu, lokasi tersebut mendapatkan perhatian dan pantauan khusus FPRB Wonolelo. Jumlah anggota FPRB Wonolelo sebanyak 73 orang.

Mereka sudah siap jika sewaktu-waktu harus bergerak dilapangan dalam misi penanganan bencana alam. Karena musim hujan potensi longsor di wilayahnya juga meningkat. Karena kondisi geografis Desa Wonolelo di lerang dan perbukitan.

Sedang BPBD Bantul masih melakukan pendataan pohon tumbang akibat diterpa angin kencang disertai hujan di Bantul. Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah, mengatakan 13 kecamatan di Bantul sejauh ini sudah kena dampak angin kencang diantaranya Banguntapan, Bambanglipuro, Dlingo, Bantul, Jetis, Imogiri, Sedayu, Kretek, Pundong Kasihan, Pandak, Srandakan dan Sewon.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terkait dengan cuaca ekstrem belakangan ini. Merujuk informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta potensi hujan lebat disertai angin kencang akan terjadi hingga 7 Januari 2020. (Roy)

BERITA REKOMENDASI