Jatah Miras Ditolak, Polisi Aniaya Petugas Kejaksaan

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Gara-gara permintaan bagian minuman keras ditolak, oknum aparat kepolisian dari Satuan Sabhara Polres Bantul tega menganiaya Yuli, salah satu petugas Kejaksaan Negeri Bantul di parkiraan sebelah timur PN Bantul,  Kamis (8/6).

"Saat itu oknum polisi langsung menarik krah baju dan menyeret petugas kejaksaan dari depan ruang sidang ke perkiraan sisi timur.  Dari situlah penganiayaan itu terjadi," ungkap salah satu petugas jaga PN Bantul yang enggan disebutkan namanya, usai kejadian. 

Tetapi aksi brutal polisi anyar tersebut akhirnya dapat dihentikan setelah para petugas lain mengamankan korban. Kejadian itu langsung menarik perhatian para pengunjung untuk melihatnya. 
Perbuatan oknum polisi terhadap aparat kejaksaan akhirnya terdengar Kajari Bantul,  Ketua Sumedana SH MH. Untuk itu Ketut langsung protes dan melapor oknum polisi ke Kapolres Bantul, AKBP Imam Kabut Satriadi.

Terhadap laporan tersebut,  kapolres langsung menerjunkan provost ke PN Bantul untuk menyelidiki kejadian tersebut. Tetapi hingga kini belum bisa disampaikan apa sajak hasil penyelidikan atas laporan kekerasan oknum polisi terhadap petugas kejaksaan. 

Baca Juga : Anggota Sabhara Bantah Minta Jatah Miras

Diketahui sebelumnya, siang itu terjadi sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Bantul.  Dari perkara tipiring yang disidangkan,  ada sebagian sidang tipiring miras yang barang bukti disita dari Polres Bantul. Setelah selesai sidang,  ada oknum polisi meminta jatah miras kepada korban,  tetapi saat itu permintaan ditolak.

Dengan penolakan tersebut, oknum polisi yang dikenal sering mabuk langsung marah dan menyeret korban.  Dari situlah oknum polisi melakukan penganiayaan terhadap petugas kejaksaan. (Usa) 

BERITA REKOMENDASI