Jembatan Gantung Nambangan Siap Dibuka, Optimis Perekonomian Menggeliat Lagi

Editor: KRjogja/Gus

PUNDONG, KRJogja.com – Selesainya pembangunan jembatan gantung penghubung Dusun Nambangan Desa Seloharjo dan Dusun Nangsri Desa Srihardono Pundong disambut antusias warga wilayah tersebut. Jembatan yang membentang di atas Sungai Opak tersebut tidak hanya sebagai pelengkap infrastruktur di wilayah itu. Keberadaan  jembatan gantung tersebut menjadi penopang berbagai aktivitas warga di Sidoarjo, Imogiri bagian selatan dan juga Gunungkidul. Jembatan tersebut dibangun lewat aspirasi anggota DPR RI, Drs HM Idham Samawi khusus dilalui kendaraan roda dua.

Salah satu warga yang ditemui KR, Muslam Bintoro warga Blali Seloharjo Kecamatan Pundong Rabu (4/12)  mengatakan, jembatan itu punya arti sangat penting bagi warga di sisi timur sungai. Berbagai sektor punya ketergantung sangat tinggi dengan keberadaan jembatan itu. Mulai dari perekonomian, pendidikan, kesehatan hingga pekerjaan. Karena akses jembatan itu tidak hanya dimanfaatkan warga Seloharjo, tetapi sejumlah warga di Imogiri dan juga Gunungkidul juga memanfaatkan jembatan itu. Sejak jembatan lama putus diterjang banjir beberapa tahun lalu praktis aktivitas warga harus dilakukan dengan memutar.

Selama ini warga berputar lewat Imogiri atau Kretek dan juga lewat jembatan di Soko. Mubin mengatakan bahwa jembatan tersebut sangat penting bagi warga. “Jembatan ini jadi akses menuju jantung  pemerintihan dan juga perekonomian,” ujar Muslam.

Senada disampaikan Babhinkamtibmas Desa Seloharjo Kecamatan Pundong Bantul,  Aipda Sutriyono mengatakan, terbangunya kembali jembatan Nambangan sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Seloharjo. Jembatan itu mampu meningkatkan ekonomi cukup bagus. Karena warga bisa lebih dekat ke pusat perekonomian Pasar Pundong. Aktivitas jadi lancar transportasinya, pendidikan, perkantoran. “Bahkan jika dikelola bisa jadi objek wisata,” ujarnya.

Sementara Lurah Desa Seloharjo Kecamatan Pundong Bantul, Marhadi Badrun mengatakan,  selesainya pembangunan jembatan gantung itu praktis mampu menggerakkan perekonomian warga di wilayahnya. Sebelum jembatan tersebut putus memang banyak aktivitas terganggu baik yang berorientasi dengan ekonomi maupun dengan aktivitas lainnya. Sejauh ini warga memanfaatkan jembatan itu jadi akses utama untuk pertanian dan juga perekonomian. Marhadi Badrun mengatakan, pembangunan fisik sudah selesai tetapi belum bisa dilalui karena masih dalam pengecekan dan pengawasan. Namun  Badrun optimis dengan adanya jembatan sudah jadi itu akan membangkitkan perekonomian di tengah warganya. (Roy)

 

 

BERITA REKOMENDASI