Jembatan Ngapon Dibangun, Gerakan Ekonomi Berbasis Masyarakat

PIYUNGAN, KRJOGJA.com –  Selesainya pembangunan Jembatan Ngampon Desa Sitimulyo Kecamatan Piyungan memantik rasa optimis warga sekitar untuk menggerakkan perekonomian. Sesaat setelah dibuka, sejumlah ide kreatif muncul agar ekonomi berbasis masyarakat bisa tumbuh. Bahkan kini di kampung tersebut  Komunitas 'Ngopeni' Ngampon dan Pokdarwis Puspayoga  Desa Sitimulyo Piyungan  bergerak cepat  memoles sekitar jembatan agar dilirik wisatawan. Keindahan pesona alam terus digali agar jadi komoditas wisata. 

"Konsep pengembangan kami seperti pada  umumnya. Kita desain untuk jadi pusat kuliner  dan tempat nongkrong.  Nanti kita juga ingin membuat   pojok mainan untuk anak-anak tapi khusus permainan tradisional hingga  edukasi tentang  mengolah sampah," ujar anggota Pokdarwis Dusun Ngampon Sitimulyo, Didit FN, Minggu (26/1).

Dijelaskan, setelah pembangunan jembatan yang membentang diatas Sungai Opak selesai. Warga  yang tergabung dalam Komunitas 'Ngopeni'  Ngampon  secara sukarela menyusun  desain wisata berbasis alam.  "Kami buka dulu angkringan di atas dekat jembatan sisi timur ternyata animo masyarakat  berkunjung menikmati keasrian lingkungan  Jembatan Ngampon cukup banyak," ujar Didit.

Menurut Didit, konsep kedepannya sederhana wisata murah, ramah lingkungan tetapi membuat pengunjung menjadi fresh. Jembatan yang dibangun oleh Kementerian PUPR Dirjen Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII  memberikan manfaat  besar bagi masyarakat.  Didit mengatakan,  sebelum ada jembatan akses warga Ngampon cukup jauh. Karena keluar dan masuk hanya ada satu jalan.

Setelah jembatan selesai dibangun, semangat masyarakat  untuk membuat  terobosan baru kian terbuka. Salah satunya dengan memanfaatkan sekitar jembatan untuk dijadikan sebuah objek wisata berbasis alam. Jembatan Ngampon  berada di jalur Pleret-Piyungan atau disisi  di sisi utara Dusun Banyakan. (Roy)

BERITA REKOMENDASI