Jepang Bantu Konsep Teknologi Rumah Tahan Gempa

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Musibah gempa bumi 2006 silam kerap jadi pijakan melakukan inovasi teknologi untuk mendapatkan sebuah struktur bangunan tahan terhadap goyangan gempa. Merujuk hal tersebut, The University of Tokyo dan Jica memberikan contoh bangunan tahan gempa berteknologi perkuatan dinding poly propylyne band mesh (PPBM). Dengan konsep tersebut tembok bangunan tidak akan langsung rontok meski digoyang gempa.

 

Kepala Dusun Diro Desa Pendowoharjo Sewon Bantul, Sumaryanto didampingi Ketua Pembangunan Gedung Serbaguna  dan Musala Al Bashir Suharyanto , Kamis (11/8) mengatakan, sistem PPBM, dinding dipasang jaring dengan sistem poly propylyne dimasing-masing sisi. Setelah dinding terpasang jaring dilanjutkan dengan dengan penyemenan untuk memperhalus tembok. Sumaryanto mengatakan,  tujuan dari pembangunan tersebut memerkuat dinding bangunan batu tidak mudah runtuh pada saat terjadi gempa.

"Dinding terikat dengan tali sehingga ketika terjadi gempa masih ada kesempatan penghuninya itu keluar rumah," ujar Sumaryanto disela peresmian gedung serbaguna dan musala di Dusun Diro. Peresmiyan dilakukan oleh prof dr Kimiro Meguro dari Project manager of PPBM, Seismic Technology Institute of Industrial Science the University of Tokyo dan Mr Shigeki Ishigaki Project Formulation Advisor (Disaster dan Water Resource) Jica Indonesia Office.

Camat Sewon Kwintarto Heru Prabowo SSos mengatakan, pihaknya sangat mendukung program tersebut.  Bahkan jika memungkinkan bisa dikembangkan di Bantul agar  bangunan benar-benar tahan gempa. “Di Sewon ini banyak berdiri perumahan, siapa tahu teknologi ini bisa dikembangkan,” jelasnya. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI