Jerohan Kurban Diharap Tak Dicuci di Sungai

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (PPKP) Bantul menyelenggarakan penyuluhan kepada 100 perwakilan panitia penyembelihan hewan kurban se Bantul. Pelatihan berupa tata cara penyembelihan kurban yang tidak membuat hewan kurban tersiksa serta cara perawatan daging kurban agar tetap sehat.

"Selain memberikan penyuluhan, kami juga membagikan 100 lembar terpal dan 100 parang kepada peserta penyuluhan," jelas Kasi Kesehatan Hewan Dinas PPKP Bantul Edi Suryanto SPt.

Dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, Dinas PPKP Bantul juga akan menurunkan 100 petugas kesehatan hewan yang terdiri dari dokter hewan, mahasiswa dan petugas. Mereka akan ditugaskan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban sebelum disembelih maupun memeriksa keadaan daging hewan. Kegiatan ini merupakan upaya Dinas PPKP Bantul agar masyarakat bisa melaksanakan penyembelihan hewan kurban dengan benar dan memperoleh daging yang sehat.

Edi Suryanto berpesan, jika membeli hewan kurban terutama lembu supaya minta Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dokter hewan atau Puskeswan setempat. Beberapa hari sebelum disembelih, seyogyanya hewan kurban diistirahatkan sehingga isi perut atau lambung dalam kondisi bersih tidak banyak kotoran.

Jika menemukan hal yang mencurigakan segera laporkan ke dokter hewan setempat. Saat penyembelihan, hewan lainnya diupayakan tidak melihat hewan yang sedang disembelih serta proses penyembelihan harus tidak membuat hewan tersiksa.

"Jerohan sebaiknya disendirikan dari daging dan diperiksakan kepada petugas kesehatan yang akan mendatangi lokasi penyembelihan, jika terdapat penyakit hati langsung bisa disendirikan kemudian bagian yang kena cacing atau penyakit hati sebaiknya dibuang saja," pesannya.

Selain itu, pencucian jerohan sebaiknya menggunakan air sumur mengalir dan jangan di sungai karena akan menambah kuman yang masuk ke jerohan. "Untuk pembungkus daging jangan menggunakan kantong plastik daur ulang atau plastik hitam, pakailah plastik yang transparan atau bening," imbuhnya. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI