JIFFINA 2022 Siap Datangkan 3000 Buyer Mancanegara dan Domestik

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRJOGJA.com – Perhelatan Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2022 ke-6 akan kembali digelar di Jogja Expo Center (JEC)pada 20 hingga 23 Agustus 2020 setelah vakum setahun akibat pandemi Covid-19. Ajang ini akan diikuti lebih dari 200 peserta dan akan mendatangkan setidaknya lebih dari 3.000 buyer atau pengunjung dari berbagai negara dengan membidik target transaksi setidaknya USD 40 juta selama empat hari penyelenggaraan.

Committee JIFFINA 2022 Agus Imron mengatakan JIFFINA 2022 bakal mengusung tema ‘Nature is Back For co Lifestyle’, artinya mengusung kekuatan tren kembali ke alam untuk hidup berkelanjutan yang tercermin dari produk, perilaku dan aktivitas. Orisinalitas dan keunikan produk mebel dan kerajinan Indonesia akan ditampilkan dalam JIFFINA 2022 guna meningkatkan brand nasional dalam pasar internasional.

“Segmen JIFFINA 2022 tidak hanya menyasar kebutuhan pasar internasional semata alias ekspor, namun sekaligus mengakomodir kebutuhan pasar domestik yang potensinya sangat besar. Selain memperkenalkan produk-produk kita di pasar internasiona juga diharapkan ikut nenggenjot target ekspor dan produksi bagi industri permebelan dan kerajinan Tanah Air yang kini mulai bangkit lagi,” tuturnya di Kantor Manajemen JEC Rabu (15/11).

Agus menyampaikan JIFFINA 2022 menjadi ajang unjuk gigi bagi UKM pengrajin Indonesia yang selalu dinantikan pelaksanaanya oleh pemain industri mebel dan kerajinan baik dalam maupun mancanegara. Sebab industri furniture nasional dinilai mampu berdaya saing karena produknya yang inovatif dan selalu mengikuti tren furnitur dunia yang dinamis.

“Adanya event ini dipastikan memberikan value manfaat dan memberikan multiplier effect secara ekonomi. Tidak hanya itu, JIFFINA mampu menjadi trigger bagi industri lain seperti perhotelan dan kuliner,transportasi dan pariwisata di DIY,” tandasnya.

Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Komda DIY sekaligus Ketua Forum JIFFINA Jawa-Bali, Timbul Raharjo mengakui pasar lokal masih perlu dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan mebel dan kerajinan apartemen, hotel serta kebutuhan pengadaan barang dan jasa proyek pemerintah. Penguatan pasar domestik ini penting guna mengisi kekosongan ceruk pasar akibat serbuan impor produk mebel dan kerajinan China.

“Potensi pasar lokal masih besar, hanya belum digarap secara maksimal saja.Ini yang terus kita upayakan edukasinya agar buyer lokal membeli produk mebel dan kerajinan buatan lokal yang telah mendunia. Pasarnya mayoritas 80 persen masih ekspor, sedangkan sisanya domestik” imbuh Timbul.
Senada, Steering Committee JIFFINA 2022 Yuli Sugiarto menyampaikan buyer-buyer sudah rindu akan ajang JIFFINA ini, sehingga banyak buyer yang konfirmasi hadir nantinya. JIFFINA sudah punya nama dan menjadi ajang pameran internasional di sentra mebel dan kerajinan yaitu DIY dan Jawa Tengah.
” Buyer sangat mengagumi JIFFINA karena produknya sangat baik dan berkualitas, bahkan mereka bisa visit factory yang difasilitasi oleh JIFFINA. Istilahnya dengan harga kaki lima, kualitas produknya bintang lima jadi JIFFINA 2022 patut menjadi babak baru kebangkitan industri mebel dan kerajinan nasional,” pungkas mantan Ketua Asmindo DIY tersebut. (Ira)

 

BERITA REKOMENDASI