Jogja Digital Marketer Summit & Expo, Tunjukkan Besarnya Potensi UMKM Online

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Jogja Digital Marketer Summit Expo (JDMSE) 2017 secara resmi dibuka Rabu (20/9/2017) bertempat di Jogja Expo Center (JEC). Mengusung tema Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Digital: Satu Desa Satu Pemuda Sukses Bisnis Online, acara yang berlangsung empat hari ini berhasil mengumpulkan lebih dari 200 UMKM pegiat online dari DIY dan sekitarnya dengan berbagai produk unggulan. 

Widyo Supeno, Ketua Jogja Digital Creative sekaligus Steering Commite JDMSE mengatakan selama ini para pegiat UMKM online di Yogyakarta sering kali terbelit masalah diantaranya dalam memasarkan produknya. Tak heran bila kemudian banyak UMKM dengan produk menarik namun tak dikenal secara luas sehingga terkesan usahanya hanya "begitu-begitu" saja. 

"Selain mengenalkan produk pada masyarakat luas dengan mengikuti expo di JEC ini, teman-teman UMKM pegiat bisnis juga bakal mencari jalan keluar atas masalah yang dihadapi bersama narasumber yang memang berkompeten di bidang bisnis online, totalnya ada 30 pembicara seperti Dicky Sukmana dari Facebook Indonesia, Bramantya Farid, Ndika Mahendra, Anton Harimawanto (instagram domination) hingga  Suryadin Laodang (dosen jualan)," ungkapnya. 

Widyo sendiri mencatat jumlah perputaran uang dalam bisnis online di DIY mencapai Rp 1 triliun setiap bulannya. Jumlah tersebut terhitung sangat besar sekaligus menunjukkan betapa potensialnya bisnis tersebut yang sering disebut "tanpa toko" ini. 

"Tujuan kami salah satunya menguatkan UMKM di DIY agar siap mengikuti persaingan di bisnis online. Perputaran uang sangat besar tapi tentu kita tak ingin hanya jadi pembeli saja dan terus mengeluarkan uang, karena itu dengan mengikuti diskusi bersama para pakar bakal muncul jalan keluar dan UMKM kita semakin kuat," lanjutnya lagi. 

Tagline Satu Desa Satu Pemuda Sukses Bisnis Online yang dicetuskan dalam JDMSE pun siap diwujudkan untuk menaikkan perekonomian daerah. "Setelah ini kita akan dampingi melalui karang taruna, misalnya saja potensi di desa tersebut apakah pariwisata atau produk olahan sangat yang mungkin dijual. Kalau bisa terwujud maka pastinya luar biasa," tambahnya. 

Rony Primanto Hari Kepala Diskomino DIY yang hadir mewakili Sri Sultan HB X di agenda pembukaan mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi penyelenggaraan JDMSE 2017 ini. Pemda DIY selama ini menurut dia memang memiliki konsentrasi tersendiri pada kegiatan bisnis online yang dirasa jadi salah satu nilai lebih daerah istimewa ini. 

"Kami sangat mengapresiasi karena dunia digital sudah dimanfaatkan untuk hal yang sangat baik yakni peningkatan perekonomian masyarakat melalui kegiatan bisnis. Acara ini sekaligus menyadarkan masyarakat yang selama ini hanya bermedia sosial untuk bersosialisasi saja bahwa ternyata medsos bisa untuk jualan dan menghasilkan," ungkapnya. 

Pemda DIY menyadari potensi besar masyarakat di dunia online karena berdasar predikat, Yogyakarta menempati peringkat kedua pengakses internet setelah Jakarta. "Kita sadar bahwa potensinya besar sekali, harus kita tangkap untuk meningkatkan perekonomian karena DIY tak punya hutan dan tambang tapi potensi SDM tinggi," sambungnya lagi. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI