Jumlah Penderita DB di Bantul Terus Bertambah

BAMBANGLIPURO, KRJOGJA.com – Sejumlah wilayah di Bantul dibuat resah dengan merebaknya wabah demam berdarah. Beberapa langkah telah diambil agar tidak meluas ke daerah lain. Sementara Pemerintah Kecamatan Bambanglipuro menggulirkan program Gertak PSN dan pemilahan sampah sebagai langkah antisipasi agar demam berdarah bisa dikendalikan. Bahkan warga Dusun Tegalrejo-Tegalsari Desa Srigading Sanden Bantul melakukan fogging untuk meredam kepanikan warga.

Lurah Desa Sidomulyo Bambanglipuro, Edy Murjito SPd, Selasa (4/2), mengatakan dari 15 dusun yang ada, dua wilayah yang kini tengah diserang demam berdarah. Paling banyak terjadi di Dusun Pringgan ada 17 orang terindikasi demam berdarah. Sementara di Dusun Ngireng-ireng dua warga yang diduga juga kena demam berdarah. "Lokasinya dusun bersebelahan yang kami pantau paling banyak di Pringgan 17 orang terindikasi demam berdarah," ujar Edy Murjito.

Camat Bambanglipuro Lukas Sumansana MKes, mengatakan antisipasi demam berdarah dilakukan. Perpaduan program antara Gertak PSN dengan geropyok sampah sudah canangkan. "Paling utama adalah bagaimana masyarakat berperilaku hidup sehat, bersih, sehat termasuk memperlakukan sampah dengan bijak," ujar Lukas.

Sementara di Dusun Tegalrejo-Tegalsari Desa Srigading Sanden Bantul juga terjadi wabah yang ditengarai demam berdarah. "RT 71 ada lima orang, RT 69 satu orang , RT 68 satu orang, dan RT 70 satu orang. Mereka terindikasi terkena demam berdarah, kondisi ini
sudah membuat warga kami cemas. Bahkan kemarin juga dilakukan fogging di semua RT untuk mencegah demam berdarah mewabah," ujar Dukuh Tegalrejo Tegalsari Srigading Sanden Junarto.

Junarto mengatakan, gerakan PSN sudah digalakkan mulai dari Puskesmas, Dinas Kesehatan, masyarakat di Tegalsari Tegalrejo Sanden. "Di wilayah ini banyak pekarangan kosong ada pula rumah-rumah tidak dipakai. Kalau itu tidak dijaga kebersihannya tentu akan menjadi sarang nyamuk," ujarnya.

Menurutnya langkah memerangi demam berdarah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Peduli lingkungan sekitar terutama tempat-tempat yang ada genangan air harus rutin di kontrol. "Sebenarnya fogging kurang efektif untuk pemberantasan demam berdarah tanpa diimbangi adanya pola hidup bersih dan sehat di seluruh lapisan masyarakat," ujarnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI