Kain Tenun Bima ‘Mejeng’ di JEC

BANTUL, KRJOGJA.com – Beberapa daerah tunjukan produk khasnya dalam acara Invesda Expo 2019, Pameran Pangan Nusantara ke 16 di Jogja Expo Centre mulai 25 April 2019. Salah satu daerah yang ikut meriahkan pameran tersebut adalah Kota Bima yang unggulkan produk kain tenun khasnya. 

"Produk-produk yang kami punya dalam pameran ini ada kain tenun, ada kopi ada madu, ada juga minyak ekstra kesambi. Ini semua kami bawa langsung dari Bima," kata Nur salah satu penanggung jawab stand, Sabtu (27/04/19).  

Nur mengaku produk yang dipamerkan sudah banyak laku terjual dibeli para pengunjung seperti madu dan kain tenun.  Khusus kain sebenarnya sudah banyak yang melirik, namun karena harga yang lumayan mahal, tidak sedikit pengunjung mengurungkan niatnya untuk membeli.

" Yang menawar sudah banyak dari mahasiwa sampai bapak atau ibu-ibu. Tapi karena kainnya tidak murah yah, kalau yang sanggup beli mereka beli karena suka, kalau suka tapi tidak terjangkau ya tidak jadi," tambahnya.

 Nur menjelaskan kain tenun dengan panjang 4 meter dan lebar 60  cm tersebut dibandrol dengan harga yang cukup tinggi karena proses pengerjaanya yang tidak mudah dan masih manual. Bahkan, motif pada kain tersebut tidak menggunakan tidak mudah dan masih manual.

Kegunaan kain tenun Bima dapat dibuat dengan berbagai kerajinan, misalnya kain tersebut dapat dibuat menjadi sarung, tas, baju, rok, sepatu, jilbab, hingga dasi.  Di Kota Bima, kain tersebut paling diminati untuk dibuat menjadi baju yang dipakai saat ke acara formal seperti dinas. 

"Barang-barang lain yang berbahan kain juga bisa. Mungkin kalau untuk anak muda, kain seperti ini bisa dipakai foto-foto seperti di gunung saat mengabadikan momen. Masalahnya cuman diharga, karena lumayan tinggi," pungkasnya. 

Kendati demikian, Nur tetap senang karena dapat memamerkan produk khas Bima kepada para pengunjung dalam pameran pangan Nusantara.

Peserta Invesda Expo 2019 yang digelar oleh PT Fery Agung Corindotama (Feraco)  berasal dari 86 instansi. Pesertanya terdiri dari 12 instansi pemerintahan tingkat provinsi, 35 instansi pemerintahan tingkat kabupaten, 13 instansi pemerintahan tingkat kota. Sebanyak 26 stan lainnya diisi dari unsur non pemerintah daerah meliputi instansi kementerian dan non kementerian, perusahaan BUMN/BUMD dan swasta nasional, serta UMKM. (Ive) 
 

BERITA REKOMENDASI