Kalah Saing Dengan Taksi Online, Organda Desak Pemerintah Bijak

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) mendesak pemerintah untuk lebih bijak pada transportasi online. Hal ini karena pihak Organda selaku pengusaha angkutan darat yang taat aturan justru merasa dirugikan dengan adanya angkutan online yang aturannya lebih terbuka. Sementara Organda mencatat penurunan omzet angkutan darat sejak 2016 hingga 2019 mencapai 90 persen.

Ketua DPD Organda DIY, F Hantoro usai pelaksanaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) DPD Organda DIY, menuturkan beberapa waktu lalu pihaknya mengagendakan keliling ke semua cabang Organda se-DIY. Dalam agenda tersebut ada hal krusial yang mendesak segera dibahas yakni memotivasi DPC-DPC Organda saat ini yang keberadaannya hampir vakum untuk jenis angkutan AKDP, AKAP, Taksi dan angkutan perkotaan.

"Penurunan ini tidak dapat dipungkiri karena pelayanan angkutan masih terkesan itu-itu saja. Kami tidak anti online, tetapi harapannya pemerintah lebih bijaksana. Ibaratnya kami telah menggunakan sarana yang benar dan resmi malah tergerus dengan angkutan tidak resmi. Dan dari sisi perijinan justru lebih longgar," jelas Hantoro.

Ditambahkannya penurunan angkutan darat sudah terjadi sejak 2016, puncaknya 2017 dan dari sisi harga sudah tidak bisa mengejar dengan transportasi online. "Supaya tidak terus menerus tergerus harusnya kendaraan online harus memiliki aturan juga dan aturan tersebut harus segera dilaksanakan," tambahnya.

Ditegaskannya jila angkutan umum tidak dalam aturan dan menggerus transportasi umum dan penggunaan teknologi dengan benar justru dapat bersinergi dengan Organda sebagai penyumbang sarana transportasi legal dan bisa mengikuti aturan yang berlaku. "Untuk AKDP justru saat ini paling parah kalah bersaing dengan online dan angkutan pribadi," jelasnya.

Sekjen DPP Organda, Ateng Aryono menambahkan Organda sebagai asosiasi angkutan jalan yang marwahnya jelas. Ia berharap perkembangan transportasi saat kedepan dapat bersinergi dan terkonektivitas dari manasaja baik itu transportasi udara, air bahkan darat.

Ia menegaskan dengan adanya peningkatan tiket pesawat terbang maka peningkatan menggunakan kendaraan darat meningkat 30 persen.
Dalam mukerda kali ini, Organda DIY menyoroti kesiapan pengusaha maupun stakeholder transportasi darat terkait era teknologi yang diwujudkan dalam tema yaitu 'Kiprah industri transportasi darat di era teknologi modern: pelayanan tetap prima, usaha tetap hidup terus bersaing dan berkembang'.

Ketua Panitia Mukernas, Budi Haryanto Yohanes menambahkan kemajuan teknologi harus diserap, dilalui dan tidak dapat dihindari maka dari itu pelaku usaha dituntut pintwr bersikap bukan untuk menghindari kemajuan teknologi.

Mukernas dihadiri oleh 33 peserta dan 100 tamu undangan. Untuk jenisn usaha yakni bus pariwisata yang terdata Organda sebanyak 850, taksi ada 1000, AKAP dan AKDP ada sekitar 500. "Mereka tetap bertahan dalam kondisi apapun," tambahnya. (Aje)

 

BERITA REKOMENDASI