Kalurahan Ujung Tombak Perangi Covid-19

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Kalurahan di Kabupaten Bantul selain sebagai ujung tombak pembangunan, sekarang juga sebagai garda terdepan dalam memerangi Covid-19. Perbedaan persepsi terhadap Covid-19 kerap jadi hambatan dalam menjalankan program pencegahan. Meski begitu sejumlah kalurahan di Bantul pun tidak pernah kendor memberikan edukasi masyarakat pentingnya melaksanakan protokol kesehatan (Prokes).

“Kita dan masyarakat sejak awal sudah menyamakan persepsi tentang Covid-19, seperti apa pencegahannya, kemudian jaring pengaman sosialnya bagaimana. Artinya mulai ditingkat keluarga, RT hingga pedukuhan kita satukan visi misinya, persepsinya itu modal awal kita untuk memerangi Covid-19 di Kalurahan Bantul,” ujar Ketua Satgas Covid -19 Kalurahan Bantul Kuswandi, Selasa (02/02/2021).

Satgas Covid-19 Kalurahan Bantul Kapanewon Bantul dibentuk Maret 2020 punya beban cukup berat. Kekompakan lintas sektoral mulai badan permusyawaratan kalurahan, Puskesmas Bantul 2, Kapanewon Bantul

Personel unsur Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Bantul, babhinkamtibmas hingga babhinsa. Satgas mesti dibentuk dan dijalankan karena Kalurahan Bantul berada di jantung kota Bantul sebagai pusat perekonomian dan pemerintahan.

Artinya mobilitas masyarakat sangat tinggi dan perlu penanganan khusus. “Sejak Maret 2020 hingga Februari 2021, Satgas Covid-19 Kalurahan Bantul sudah memakamkan 47 jenazah yang terkonfirmasi positif dari rumah sakit,” ujarnya.

Selain itu Satgas Covid-19 juga membentuk Unit Reaksi Cepat agar kinerja dalam menanggulangi pandemi lebih cepat dan tepat. Satgas hingga sekarang terus bergerak ditengah masyarakat untuk memberikan edukasi pentingnya melaksanakan prokes. Meski tidak ringan, karena semua didasari spirit mengabdi pada akhirnya bisa berjalan dengan baik.

“Dahulu kami tidak memiliki dasar apapun hanya kami modal karep niat mengabdi kepada masyarakat sebagai wujud pemerintah atau negara hadir ditengah masyarakat disaat susah maupun senang. Satgas membentuk tim terdiri 6 orang untuk mensucikan jenazahnya, selalu siap siaga, dengan peralatan APD memadai dan alhamdulillah kami berjalan baik,” jelasnya.

Sementara Lurah Sumbermulyo, Ani Widayani mengungkapkan dibutuhkan keseriusan dan kerja fokus untuk memerangi Covid-19. Pemerintah Kalurahan Sumbermulyo bersama Kapanewon Bambanglipuro, Polsek Bambanglipuro, Koramil Bambanglipuro, Puskesmas Bambanglipuro dan masyarakat sudah bersatu.

“Kami tidak bisa sendirian memerangi Covid-19 dan masyarakat serta jajaran Forkompincam mendukung penuh program yang sudah digulirkan di Kalurahan Sumbermulyo,” jelasnya.

Ani mengungkapkan, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, shelter kalurahan sudah diaktifkan sejak beberapa waktu lalu. Shelter tersebut sebagai tempat penampungan bagi warga bergejala ringan.

“Kami sediakan shelter untuk warga agar bergejala ringan. Kami sediakan semua kebutuhan sehari-hari warga di shelter. Kami hanya ingin warga kami sehat semua,” ujarnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI