Kangen Water Sehat Tanpa Obat

Editor: Ivan Aditya

KEBUTUHAN air mineral saat ini menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari masyarakat. Berbagai produsen merek air mineral ‘berlomba-lomba’ memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, baik sebagai konsumsi sehari-hari maupun untuk tambahan kesehatan. Singkatnya, air mineral dimanfaatkan untuk mencegah sekaligus mengobati penyakit.

Karena itulah, banyak pihak yang membidik peluang ‘bisnis’ tersebut, sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Ada yang murni berbisnis air mineral, ada pula yang bisa dikatakan sebagai ‘samben’ di luar profesi utamanya.

Salah satu pelaku usaha air mineral yang saat ini sedang berupaya untuk mengembangkan usahanya, Aiptu Murgiyadi SIKom (anggota Polsek Sedayu Polres Bantul Polda DIY) yang sehari-hari mengemban tugas sebagai Bhabinkamtibmas Argorejo. Menjelang pandemi Covid-19, Murgiyadi merintis produksi air mineral, diawali dengan layanan isi ulang air mineral yang saat itu fokus di Perumahan Pesona Alam Argomulyo Sedayu, Bantul. Berikutnya, Murgiyadi berinisiatif memproduksi air mineral berbagai kemasan yang difokuskan untuk pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit.

Dengan modal awal sekitar Rp 60 juta, Murgiyadi membeli alat untuk pengolahan air mineral biasa menjadi air mineral ‘serba guna’. Alat pengolah air mineral tersebut berasal dari Jepang ‘Kanggen’, kemudian oleh MUrgiyadi disederhanakan namanya menjadi ‘Kangen’.

Suami dari Anna AMd Kep dan ayah Rifa Mayla Khairunnisa, Azizah Salsabila, dan Athalah Yusuf Elrafif ini meneguhkan tekad usaha dengan bendera ‘Elrisa Kangen Water’. “Usaha yang saya rintis dua tahun lalu itu awalnya cukup berat. Tetapi saya berkeyakinan sebuah usaha butuh kesabaran dan ketelatenan jika ingin berhasil,” ujar Murgiyadi kepada KRJOGJA.com, Rabu (29/12/2021).

Murgiyadi juga melengkapi usahanya dengan surat izin dari Puskesmas setempat sebagai bukti legalitas usahanya. Murgiyadi mengawali usahanya dengan mendatangkan air alami dari Turi, Sleman.

Satu tangki air alami diolah menjadi air mineral, kemudian diolah lagi menjadi ‘Kangen Water’ habis dalam waktu dua minggu. Pada perkembangannya, satu tangki air alami yang sudah diformat menjadi ‘Kangen Water’ bisa habis dalam waktu satu minggu.

Murgiyadi merinci mengenai ‘Kangen Water’ yang disebutnya memiliki molekul kecil dengan ukuran 5-6 micron. Ini Berbeda dengan air biasa pada umumnya yang memiliki ukuran 15-20 micron dengan kualitas micro clustered.

Kangen Water dapat diserap tubuh secara lebih optimal dan secara alami menghidrasi sampai ke sel tubuh. Bahkan dalam 60 detik pertama molekul Kangen Water dapat langsung terserap ke sel otak dan sel darah.

“Tubuh yang basa adalah tubuh yang sehat dan tubuh yang sakit terjadi akibat kondisi asam berlebihhan. Prinsip sedehana itu yang mendasari kerja Kangen Water dalam tubuh kita,” jelas Murgiyadi.

Murgiyadi menyampaikan proses oksidasi berlangsung secara alamiah.Ibaratnya, besi yang berkarat atau apel yang berubah warna setelah dipotong adalah proses oksidasi. Oksidasi yang berlangsung dalam tubuh manusia biasanya disebut sebagai proses penuaan. “Secara sederhana jika mengkonsumsi Kangen Water secara rutin, stamina tubuh kita akan kuat dan sehat,” jelas Murgiyadi.

Secara khusus Murgiyadi menyampaikan apa yang dirintisnya berawal dari keinginan agar bisa memiliki penghasilan tambahan di luar gaji sebagai anggota polisi. Usaha yang banyak manfaatnya bagi orang lain itu terbukti kini bisa menopang ekonomi keluarga sekaligus bermanfaat pula bagi orang lain.

Sebagai rasa syukur atas karuania-Nya, Murgiyadi sekeluarga tidak pernah lupa untuk bersedekah kepada sesama. Atas dasar itulah, kemudian Murgiyadi memegang jargon ‘Sehat Tanpa Obat, Sedekah Hasilkan Berkah’. Kini usahanya Kangen Water tidak hanya berkutat di Yogya dan sekitarnya, tetapi juga merambah ke Klaten, Sragen, dan Boyolali.

Murgiyadi menyampaikan, meski usahanya tergolong lancar tetapi dirinya tidak lantas melalaikan kewajiban utama sebagai seorang anggota polisi, yang harus melindungi, melayani, dan mengayomi masyarakat. Prinsipnya, bisnis yang dijalankan tidak boleh mengganggu kewajiban utama sebagai anggota polisi.

“Saya berterima kasih kepada Kapolsek Sedayu Kompol Ardi Hartana SH MH MM yang senantiasa memberikan arahan agar diri saya menyeimbangkan antara bekerja dengan aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Di masa pandemi Covid-19, Murgiyadi memiliki program sosial ‘Jumat Berkah’ dengan membagi-bagikan Kangen Water secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Tak hanya itu, terkait erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Elrisa Kangen Water juga mengirimkan bantuan air mineral biasa dan air mineral Kangen Water kepada korban erupsi Gunung Semeru. “Karena keterbatasan transportasi, saya meminta bantuan sejumlah sukarelawan untuk mengirimkan bantuan air mineral ke Lumajang,” jelas Murgiyadi.

Ditegaskan oleh Murgiyadi, sebagai anggota kepolisian dirinya harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Meski sudah memiliki ‘gaji’ bukan berarti bisa berleha-leha, melainkan harus bisa mencari tambahan penghasilan (samben) dengan cara yang benar. Termasuk dalam hal ini, Murgiyadi ingin memberikan kesadaran kepada masyarakat apalah artinya uang jika diri kita tidak sehat. “Uang sebanyak apapun jika kita sakit dan harus dirawat di rumah sakit, lama kelamaan uang itu juga akan habis,” ujar Murgiyadi. (Haryadi)

BERITA REKOMENDASI