Kapolres Bantul: Media Berperan Redakan Informasi Provokatif!

Editor: KRjogja/Gus

KRETEK (KRJogja.com) – Kapolres Bantul AKBP Sahat Hasibuan SIK mengatakan, perkembangan media sosial (Medsos) dewasa ini memang sangat pesat. Segala bentuk informasi cepat menyebar lewat medsos tanpa bisa dibendung. Kondisi ini mesti disikapi dengan bijak dalam memanfaatkan Medsos sebagai sarana komunikasi. 

"Sekarang medsos sudah sedemikian cepat perkembangannya, tetapi banyak berita yang tidak benar atau tingkat keakuratannya masih dipertanyakan," ujar Sahat Hasibuan dalam acara Forum Kemitraan Wartawan dengan Polda DIY di Pantai Depok Parangtiris Kretek Bantul, Jumat (16/3). Dalam acara itu juga dihadiri Kapolsek Kretek ,Kompol Leo Fasak, Kasubag Humas Polres Bantul AKP Sulistyaningsih. 

Sahat mengatakan, dengan kondisi seperti itu media cetak, online, elektronik dan radio harus hadir sebagai yang meluruskan adanya isu- isu yang berkembang di Medsos. Artinya tidak ada istilah berita basi jika pembandingnya medsos. 

"Saya percaya sepenuhnya bahwa berita yang dibuat kawan -kawan pers yang bertugas di Bantul ini bisa dipertanggung jawabkan sesuai kode etik jurnalistik. Artinya dalam melakukan peliputan sebuah berita sudah dilakukan pengecekan terkait kebenarannya, " ujar Sahat. 

Oleh karena itu pihaknya sangat berharap pers Bantul yang tergabung dalam wadah Forum Pewarta Bantul (FPB) untuk sinergis dengan polri yang salah satu tujuannya untuk meluruskan berita yang menyebar lewat Medsos. Sementara Ketua FPB, Santoso Suparman mengatakan, bahwa hadirnya kawan -kawan FPB untuk memberikan informasi yang sesuai fakta dilapangan. 

"Kami dari FPB selalu hati-hati setiap memberitakan peristiwa paling sensitif sekalipun. Yang menentramkan dan tidak provokatif," ujar Santoso. Karena dalam menjalankan tugasnya juga perpegangan pada kode etik jurnalistik. (Roy) 

 

BERITA REKOMENDASI