Kapolsek Sedayu Jualan ‘Bakso Semangkok’

Editor: Ivan Aditya

PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di era pandemi Covid-19 tidak bisa dipungkiri berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Hal itu sangat dirasakan wong cilik yang profesi kesehariannya sebagai penjual jasa. Mereka harus menaati kebijakan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah daerah, dan harus legawa, tidak boleh menyoal ada atau tidak ada kompensasi dari pemerintah terhadap realita kehidupan yang dijalani.

PPKM Darurat yang diberlakukan sejak 3 Juli 2021, rencananya akan berakhir 20 Juli 2021, salah satunya bertujuan mengendalikan dan meredam penyebaran virus korona. Setelah hampir 1,5 tahun pandemi Covid-19 berlangsung, hingga kini belum ada tanda-tanda virus korona mereda. Tidak mengherankan jika kemudian, pemerintah pusat hingga daerah harus ‘putar otak’ untuk melindungi masyarakat agar tidak terinfeksi virus korona. Sebelumnya, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, yang bertujuan untuk mencegah menyebaran virus korona, dilanjutkan sekarang PPKM Darurat.

Terkait dengan upaya mencegah penyebaran virus korona, institusi kepolisian dianggap sebagai pihak yang berada di garda depan. Semua aturan/kebijakan pemerintah wajib dikawal dan diamankan oleh kepolisian, mulai dari tingkat pusat sampai daerah. Termasuk dalam hal pelaksanaan PPKM Darurat, polisi berada di garis paling depan. Mulai dari penyekatan/penutupan jalan, operasi yustisi, hingga bakti sosial (baksos).

Kegiatan baksos yang dilakukan kepolisian, dirasa memiliki arti nyata bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, di masa PPKM Darurat bantuan dalam bentuk apapun dan sekecil apapun, sangat berarti untuk meringankan bebab kebutuhan sehari-hari. Bantuan dalam bentuk paket sembako tentu menjadi sesuatu yang dinanti-nanti masyarakat, karena sembako merupakan ‘bahan’ yang setiap hari harus tersedia.

Menarik apa yang dilakukan jajaran Polsek Sedayu Polres Bantul Polda DIY. Kapolsek Sedayu Kompol Ardi Hartana SH MH MM beserta para kepala unit (kanit) dan seluruh anggotanya, memiliki kepedulian ekonomi sosial terhadap masyarakat yang tinggal di wilayah Sedayu. Setiap minggu, secara bergilir dari satu tempat ke tempat lain jajaran Polsek Sedayu membagikan paket sembako, berisi beras, gula pasir, teh, sarden. mie instan, kecap, roti, dan susu kepada warga terdampak Covid-19. Kegiatan ekonomi sosial tersebut terangkam dalam Program Sedayu Memang Kompak dalam Bakti Sosial (Semangkok Bakso).

Program ‘Semangkok Bakso’ yang digagas jajaran Polsek Sedayu. Menurut Ardi Hartana, penamaan itu merupakan hasil musyawarah bersama, tidak didasarkan pada intruksi. Setiap anggota Polsek Sedayu berhak mengusulkan nama, kemudian digodog bareng-bareng, disepakati bersama-sama dengan nama ‘Semangkok Bakso’.

Selain sebagai akronim Sedayu Memang Kompak dalam Baksi Sosial, penamaan itu mengandung filosofi ‘marilah kita membantu warga yang terdampak Covid-19 secara sukarela, paling tidak dengan memberikan bantuan senilai harga semangkok bakso. “Sekecil apapun bantuan yang diberikan asalkan ikhlas pasti bisa memberi manfaat kepada sesama,” ujar Ardi Hartana, didampingi Kanit Reskrim AKP Muji Suharjo SH, Kamis (15/07/2021).

Hal yang lebih dikedepankan dalam Program Semangkok Bakso adalah menjalin kebersamaan antara jajaran Polsek Sedayu dengan masyarakat. Karena itulah, pada kesempatan pemberian bantuan semua perwira dan anggota dilibatkan secara langsung, tidak harus dilakukan kapolsek. Ardi Hartana tidak menghendaki terjadinya ‘kapolsek centris’, melainkan semua unsur harus dilibatkan sehingga merasa diuwongke dan merasa handarbeni.

“Pelaksanaan program Semangkok Bakso seminggu sekali, berganti-ganti dari satu tempat ke tempat lain,” ujar Ardi Hartana, sembari menambahkan pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Koramil Sedayu yang dipimpin Danramil Kapten Chb Sarmin. Program tersebut sudah cukup lama dilakukan, tidak hanya ketika diterapkan PPKM Darurat.

Mengenai dana untuk melaksanakan program ‘Semangkok Bakso’, Ardi Hartana menjelaskan berasal dari bantingan sekarela anggota yang dikumpulkan bendahara, kemudian dibelanjakan dalam bentuk kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pemberian bantuan sosial tidak harus dilakukan kapolsek, tetapi secara bergantian dilakukan Kanit/Panit Sabhara, Kanit/Panit Lantas, Kanit.Panit Intelkam, Kanit/Panit Binmas, Kanit/Panit Reskrim, Kasium, Kasikum, Kasi Humas, dan Kanit Provos.

Ardi Hartana menyebutkan, dalam sepekan ini jajarannya telah membagikan bantuan sosial di dua tempat. Pertama, pada Rabu (14/07/2021) di Dusun Pedes, Polaman, dan Kemusuk (Kelurahahn Argomulyo). Kegiatan dipimpin Kanit Lantas AKP Sarijan, Kanit Provos Ipda Sunaryo, Panit Binmas Ipda Basuki, Kasi Humas Ipda Suraya, dan personel Humas Briptu Perdana Elga Putri. Pemberian paket sembako tersebut terkait dengan PPKM Darurat. Kedua, Kamis (15/7) di Dusun RT 58 Argosari , Perum GKP Dusun Bandutlo Argorejo. Dalam kegiatan yang dipimpin Ardi Hartana ini, juga dihadiri Panit Binmas, Bhabinkamtibas Argosari, Bjabinkamtibmas Argorejo, dan Ketua RT dan Satgas Covid Pedukuhan.

Ardi Hartana menegaskan, polisi harus menjadi garda depan dalam pencegahan penyebaran virus korona, mulai dari mengamankan kebijakan pemerintah pusat hingga daerah. Selain itu, polisi juga harus berinisiatif melakukan langkah-langkah sosial ekonomi untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Pihaknya menjalin kerja sama dengan TNI (Koramil Sedayu), tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemerintahan setempat. “Semoga dengan Program Semangkok Bakso, masyarakat sedikit bisa terbantu,” tegas Ardi Hartana. (Haryadi)

BERITA REKOMENDASI