Kebijakan Armada Non Hidrolis Bikin Pengambil Sampah Swasta Menjerit

Editor: KRjogja/Gus

PIYUNGAN, KRJOGJA.com – Dilarangnya armada pengangkut sampah non hidrolis masuk ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Kabupaten Bantul banyak dikeluhkan jasa pengambil sampah. Aturan yang mulai diberlakukan 1 Mei 2020 membuat jasa penarik sampah swasta kelabakan. Padahal selama ini mereka jadi tumpuan warga untuk mengambil sampahnya.

Sementara paguyuban pengambil sampah swasta yang tergabung dalam wadah “Eker-eker Golek Menir’ dengan kebijakan pemerintah tersebut harus membuat pelimbangan atau tempat pemindahan sampah dari armada manual ke hidrolis.

“Sejak aturan armada non hidrolis dilarang masuk TPST kami langsung membuat pelimbangan atau tempat pemindahan sampah dari armada non hidrolis ke hidrolis,” ujar Ketua Eker -eker Golek Sodik Marwanto, Senin (4/5).

Menurutnya pemberlakuan aturan tersebut harusnya menyesuaikan kondisi di lapangan. Merujuk data persentase jumlah armada berhidrolisis dengan yang belum, jumlahnya tidak sebanding. Padahal mereka yang non hidrolis itu jadi tulang punggung pengambilan sampah di masyarakat. Artinya kalau mereka tidak bisa langsung ke TPST akan memunculkan persoalan baru.

BERITA REKOMENDASI