Kedua Tergugat Tak Hadir, Sidang Arisan Hoki Ditunda

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Sidang gugatan perdata yang diajukan para korban arisan Hoki dengan agenda mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Bantul ditunda. Penundaan lantaran kedua tergugat yakni Gy selaku penyelenggara arisan dan Dt suaminya tidak hadir dalam persidangan.

Kuasa hukum kedua tergugat, Tatag Suasana SH menyatakan ketidakhadiran kliennya karena Dt terserang Covid-19. Sementara Gy harus menjalani tracing karena kontak erat dengan Dt.

“Sebenarnya siap hadir namun karena kondisi sepeti itu jadi berhalangan. Mediasi diagendakan kembali minggu depan,” kata Tatag Suasana.

Ia mengakatan pihaknya siap mengikuti mediasi ini dan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Upaya tersebut ditunjukkan dengan meminta rekapitulasi perhitungan kerugian dari 17 tergugat dalam gugatan tersebut.

Kuasa hukum para penggugat, Marhendra Handoko SH menegaskan pihaknya masih membuka pintu mediasi. Keinginan para penggugat tetap sama dari awal, yakni hanya ingin uangnya kembali.

“Permintaan hanya satu, uang mereka bisa kembali. Kami memberikan beberepa opsi pelunasan yang sebenarnya hal itu bisa dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini,” tegasnya.

Ia mengatakan, total kerugian yang dialami para peserta arisan Hoki nilainya mencapai sekitar Rp 1 miliar. Dari 30 korban arisan, baru 17 orang yang mengajukan gugatan perdata ke PN Bantul.

Arisan Hoki diketahui mulai ada sekitar bulan April 2020 silam. Para korban mengaku mengenal Arisan Hoki setelah ditawari langsung oleh Gy.

Dalam arisan ini iming-iming keuntungan yang ditawarkan hingga jutaan rupiah. Misal nilai arisan yang diikuti sebesar Rp 30 juta maka member diwajibkan membayar uang Rp 800 ribu – Rp 1 juta perminggu selama tiga bulan. (Van)

BERITA REKOMENDASI