Kejari Tetapkan Ketua I KSM Sebagai Tersangka

BANTUL (KRjogja.com) – Kasus penyelewengan proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di Dusun Bergan Wijirejo Pandak Bantul memasuki babak baru. Bahkan tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi oleh Kejaksaan Negeri Bantul. Salah satunya Sr selaku Ketua 1 Kelompak Swadaya Masyarakat (KSM) Dusun Bergan. Namun Sr menuding penetapannya sebagai tersangka dalam kasus korupsi IPAL Komunal ini tidak adil.

“Begitu pembangunan akan mulai 45 hari lamanya saya di Merauke karena anak saya melahirkan. Ketika pulang sudah laporan, jadi saya tinggal tandatangan,” jelas Sr, Senin (12/12/2016) malam.

Jabatannya sebagai Ketua 1 KSM perannya tidak begitu dominan dalam melaksanakan pembangunan IPAL.  Karena selama proses pengerjaan itu tidak di tempat. Dijelaskan, begitu  IPAL komunal selesai dibangun, KSM punya sisa anggaran sekitar Rp 63 juta.  Sisa tersebut kemudian dimanfaatkan warga untuk keperluan pembangunan fisik yakni, pos kamling, cor jalan serta membayar hutang Posyandu.
“Tetapi semua penggunaan sisa anggaran itu berdasarkan kesepakatan warga, termasuk dari dukuh Bergan,” jelasnya.

Sr mengungkapkan, setelah warga sudah setuju, bersama pengurus KSM dan dukuh koordinasi terkait pemanfaatan dana sisa itu. Dalam koordinasi itu didapat kesepakatan sisa anggaran untuk untuk pembangunan dan honor pengurus, serta pemberian kepada sejumlah pihak mulai RT, faskel termasuk kepala desa waktu itu. Sr menjelaskan, penentu besaran angka yang dibagikan  yakni ketua I dan II, sekretaris, bendahara II serta dukuh. “Yang mengambil keputusan lima orang mengapa yang dijadikan tersangka hanya 3 orang,” kata Sr.  

Selain Sr Kejaksaan Negeri Bantul  juga menetapkan dua orang pengurus BKM, tetapi Dukuh selaku Pembina KSM lolos dari sangkaan korupsi IPAL. Sr mengakui jika  keberadaan IPAL punya kontribusi penting dalam menjaga lingkungan Dusun Bergan.  Bahkan masyarakat bisa memanfaatkan jaringan itu untuk membuang limbah. Pihaknya juga membantah sudah menarik uang kepada masyarakat sebagai modal mengecor jalan dan pos kamling. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI