Kekerasan Seksual Anak Masih Dianggap Aib Keluarga

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Tindak kekerasan seksual terhadap anak sangat problematik. Masalah ini di Indonesia semakin pelik. Bahkan ada pandangan, kekerasan seksual pada anak dianggap aib keluarga.

Demikian diungkapkan Dr Anom Wahyu Asmorojati MH, dosen Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan (FH-UAD) dalam Pelatihan Hukum di TK ABA Tegalsari Banguntapan Bantul Utara, Sabtu (12/09/2020). Kegiatan tersebut dibuka Hj Warjilah SPd selaku Ketua Pimpinan Cabang Asyiyah (PCA) Banguntapan Utara, hadir pula Wardiah SPd MSi (Kepala TK ABA Tegalsari).

Pelatihan bertema ‘Kesadaran Hukum terhadap Kekerasan Seksual Pada Anak Usia Dini Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak’ juga menghadirkan narasumber Avanti Vera Risti MPd, dosen Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) UAD.

Menurut Anom Wahyu, memberikan pengasuhan anak kepada orang lain membuat anak rentan menjadi korban kekerasan, khususnya kekerasan seksual. Sebelum pandemi Covid-19 jumlah angka seksual yang ada di Indonesia terus meningkat. Anom Wahyu mengutip data yang tercatat di Lembaga Perlindungan Sanksi dan Korban (LPSK) pada tahun 20219 sampai dengan bulan Juni sudah 78 kasus. Jumlah tersebut tidak mempresentasikan angka yang sebenarnya karena masih banyak orangtua, kasus kekerasan seksual pada anak adalah aib keluarga.

Di samping itu, banyak kasus seksual tidak terselesaikan karena minim pengetahuan tentang Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA). “Fenomena gunung es ini apabila tidak dilakukan pencegahan sejak dini, maka suatu saat akan meledak,” ucap Ketua Tim Pelaksana.

UAD

BERITA REKOMENDASI