Kekerasan Seksual Anak Masih Dianggap Aib Keluarga

Editor: KRjogja/Gus

Anom Wahyu juga menyoroti, perlindungan anak terhadap kekerasan seksual merupakan bagian dari layanan holistik integratif lembaga PAUD dalam mengimplementasikan Perpres no 60 tahun 2013.
Dalam konteks ini, guru membutuhkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan dalam melakukan pencegahan terkait kekerasan bagi anak.

Sedangkan Avanti Vera Risti, Tim Pelaksana Pelatihan mengatakan, pelatihan diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UAD diikuti 16 guru-guru TK ABA di wilayah Pimpinan Cabang Aisyiyah (PAC) Banguntapan Utara. “Materi fokus Undang-Undang Perlindungan Anak dan Bentuk-bentuk Kekerasan Seksual,” ujar Avanti Fera.

Menurut Avanti Vera melihat realitas, kekerasan seksual terhadap anak membutuhkan solusi. Pertama, perlu sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Anak. Kedua, guru membutuhkan pengetahuan, wawasan, ketrampilan dalam pencegahan kekerasan seksual anak. “Ingat, justru orang-orang terdekat yang melakukan tindak kekerasan seksual kepada anak,” ucapnya. Orang terdekat anak itu misalnya, keluarga besar, tetangga, guru, ayah tiri, pembantu.

Ketiga, inisiasi dari Ikatan Guru ABA (Igaba) dengan Pusat dan Lembaga Konsultasi, Bantuan Hukum UAD menangani kasus-kasus hukum. Ditambahkan Avanti Vera, tindak lanjut dari pelatihan ini akan dibuat produk berupa media pembelajaran untuk pencegahan kekerasan seksual terhadap anak. (Jay).

 

UAD

BERITA REKOMENDASI