Kekeringan Melanda, Serdadu Laut Turun Tangan

Editor: KRjogja/Gus

PUNDONG, KRJOGJA.com – Sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul mulai merasakan dampak kemarau tahun ini. Menurunnya debit air bersih jadi problem ditengah masyarakat. Pemerintah Bantul sendiri tidak pernah berhenti menekan jumlah daerah terdampak kekeringan.

Bahkan warga Dusun Geger Desa Seloharjo Kecamatan Pundong Bantul sudah minta pasokan air bersih. Sementara Paguyuban Serdadu Laut Sultan Agung (PSA) Kabupaten Bantul atau wadah bagi anggota TNI Angkatan Laut kelahiran Bantul sudah droping air bersih di Geger Seloharjo Pundong Bantul.

“Setiap musim kemarau memang ada beberapa wilayah di Seloharjo ini mengalami kekurangan air bersih. Tahun ini yang sudah didroping air bersih Dusun Geger,” ujar Lurah Desa Seloharjo Kecamatan Pundong Bantul, Marhadi Badrun, Rabu (26/8). Badrun mengungkapkan, setiap musim kemarau persoalan air bersih dirasakan sejumlah warga dilokasi. Sejauh ini persoalan air bersih selesai dengan droping air dengan tangki.

Kepala Badan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Drs Dwi Daryanto MSi mengungkapkan, pihaknya sudah siap droping air bersih jika warga menghendaki. Dijelaskan, bulan ini sudah masuk puncak kemarau. Peta daerah yang berpotensi terjadi kekeringan berada di Bantul sisi timur, yakni Piyungan, Pleret, Dlingo, Imogiri serta Pundong. Termasuk didataran Pandak dan Pajangan dan sebagian Kecamatan Pandak.

Dwi mengatakan, penanggulangan kekeringan di Bantul salah satunya dengan droping air bersih ke masyarakat. Termasuk pembenahan sumber mata air yang digunakan masyarakat. “Kalau anggaran khusus droping air bersih bagi warga dikisaran Rp 40 juta sampai Rp 50 juta. Selain itu ada juga Dana Tidak Terduga (DTT) masih sehingga bisa digunakan,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI