Keluarga Modal Pembangunan Bangsa

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Sosialisasi program bangga kencana, pencegahan penyebaran Covid -19 berbasis keluarga dilaksakan di Objek Wisata Pinus Pengger Desa Terong Kecamatan Dlingo Bantul, Sabtu (12/09/2020). Dalam acara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih dan anggota DPRD Bantul, Joko Purnomo, Ketua Forum Genre DIY , Joni Prasetyo.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr (HC) dr Hasto Wardoyo Sp OG mengatakan, salah satu faktor yang mesti diperhatikan sebelum menikah adalah usia. Jika belum berumur 20 tahun jangan boleh hamil dulu. Oleh karena itu setiap dilakukan sosialiasi umur perempuan 21 tahun dan laki-lakinya 25 tahun

“Pada prinsipnya semua dilakukan untuk membangun keluarga secara biologis jangan terlalu muda, tetapi juga jangan terlalu tua,” ujar Hasto.

Menurutnya, ketika usia sudah lebih 35 tahun mestinya sudah menikah. “Pada prinsipnya jangan terlalu muda atau kurang dari 20 tahun dan jangan terlalu tua, lebih 35 tahun. Yang tidak kalah penting jangan terlalu sering hamil, jaraknya itu 3 tahun baru melahirkan kembali,” jelas Hasto.

Sedang Wakil Bantul, H Abdul Halim Muslih mengambil, DIY akan kuat jika Kabupaten Sleman, Gunungkidul, Bantul, Kulonrpogo dan Kota Yogyakarta itu baik. Demikian juga Kabupaten Bantul akan baik jika Kecamatan Dlingo, Srandakan, Sedayu, Piyungan dan kecamatan lainya baik.

“Kecamatan Dlingo ini akan baik jika Desa Terong, Mangunan, Dlingo, Muntuk, Temuwuh, Jatimulyo itu baik,” tegas Halim. (Roy)

BERITA REKOMENDASI