Keluarga Pasien tak Gentar Hadapi Ancaman RS

BANTUL (KRjogja.com) – Keluarga pasien Rumah Sakit Rachma Husada yang meninggal mendadak, Yuli Samsidah tidak gentar dengan ancaman  rumah sakit yang bakal melaporkan balik ke kepolisian.  

Yuli yakin dalam kasus tersebut akan ada orang dari rumah sakit Rachma Husada jadi tersangka oleh penyidik Polda DIY.  "Sampai manapun saya siap, jika tidak ada indikasi penyimpangan saya tidak sampai seperti ini, jangan sampai kejadian ini menimpa warga lain, ini jelas rumah sakit tidak profesional " ujar Yuli dihubungi KRjogja.com, Kamis (04/08/2016).

Menurut Yuli tudingan kuasa hukum RS Rachma Husada, Tri Suyud Nusanto SH SSi MA MM MTh yang mengatakan salah memberi informasi, justru balik menyerang.  Bahkan Yuli menantang balik, jika merasa keterangannya dianggap tidak benar bisa dibuktikan kepada polisi. Bahkan, membantah pengakuan keterangan k rumah sakit bahwa pasien Sumarsih menggunakan BPJS.

[baca juga Tuding Keluarga Beri Keterangan Palsu]

"Pengacara  itu kan sekadar menerima cerita peristiwa, saya mengalami langsung, melihat langsung dalam kasus ini dan mendengar. Bila rumah sakit bilang pasien menggunakan BPJS, itu justru tidak benar, BPJS saja tidak punya kok dibilang punya," katanya.

Yuli menambahkan klaim rumah sakit jika pasien menggunakan BPJS Kesehatan sehingga tidak memungut bayaran itu hanya sebuah alasan alasan. "Silahkan cek ke rumah sakit, ada enggak berkas foto kopi BPJS Kesehatan atas nama pasien," jelas Yuli. 

Sebagaimana diketahui asus meninggalnya pasien secara mendadak di Rumah Sakit Rachma Husada  terus menggelinding dan melalui kuasa hukumnya Tri Suyud Nusanto SH SSi MA MM MTh justru menuding Yuli Samsidah selaku keluarga pasien telah pernyataan palsu kepada media massa. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI