Kemandirian Diawali dari Persepsi dan Mental Positif

 

BANTUL, KRJOGJA.com – Keberhasilan berwirausaha atau berbisnis bukan semata-mata dari modal berupa uang. Justru keberhasilan, kemandirian diawali dari persepsi dan mental positif.

Demikian diungkapkan Erik Hadi Saputra SKom MEng, Wakil Dekan Fakultas Sosial Universitas Amikom Yogyakarta dalam 'Entrepreneurship Day' di Islamic Center UAD, Ringroad Selatan, Bantul, Senin (16/12/2019). Kegiatan ini memilih  tema 'Membangun Positive, Optimist, Wilingness, Enthasiasm, Refill (POWER) dalam Kemandirian' diselenggarakan Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UAD dibuka Dr Salamatun Asakdiyah MSi (Dekan FEB-UAD). Kegiatan diberi pengantar Nugraheni Rintasari SE MSc (Kaprodi Akuntansi FEB-UAD). 

Menurut Erik Hadi Saputra, kemandirian itu tidak hadir dengan sendirinya. Kemandirian dibentuk dari sikap Positive, Optimisme, Wilingness, Enthasiasm dan Refill (POWER), yakni sikap positif, optimisme, kerelaan, antusiasme serta mengisi ulang sesuatu dengan sesuatu yang kreatif dan inovatif. 

Erik Hadi Saputra menegaskan, mau berhasil atau gagal di  bidang apapun sebernarnya diawali dari persepsilah yang menyebabkan seseorang mengartikan, menyimpulkan, menyikapi dan bertindak berbeda dibandingkan orang lain.  "Keberhasilan itu diawali dari diri sendiri, yakni mental dan positif," ucapnya.

Dr Salamatun Asakdiyah MSi dalam sambutan antara lain mengatakan, kegiatan ini terdiri dua acara. Pertama, menumbuhkan semangat kewirausahaan melalui Entrepreneurship Day membangun power dalam semangat kewirausahaan. Kedua, pameran atas bisnis yang dimiliki oleh mahasiswa prodi Akuntansi FEB-UAD. "Pameran ini diikuti oleh 15 tim mahasiswa yang tergabung dalam konsentrasi kewirausahaan," ujar Salamatun Asakdiyah. (Jay)

BERITA REKOMENDASI