Kementan Tampilkan Produk Florikultura di Invesda Expo

BANTUL, KRJOGJA.com – Kementerian Pertanian berpartisipasi pada Invesda Expo 2019 yang merupakan pameran terpadu peluang investasi pariwisata dan pangan nusantara. Stan menampilkan aneka produk unggulan pertanian mulai dari aneka produk segar sayur, buah dan florikultura hingga aneka produk olahan pangan.

Asisten Deputi Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Yogyakarta Tri Setyana menjelaskan  pameran tersebut menampilkan  produk unggulan UMKM dan Koperasi di seluruh Indonesia beserta potensi dan peluang investasi  pengembangan bisnisnya.  "Acara ini terdiri dari empat event yang digabungkan jadi satu. Ada investasinya, pariwisatanya, pameran dan pangannya. Kami sinergikan ke empat – empatnya karena ada unsur usaha kecil mikronya yang merupakan 98 persen kekuatan perekonomian Indonesia termasuk juga Yogyakarta. Kita melibatkan provinsi, kabupaten kota maupun pelaku usaha di pameran ini," ujar Tri.

Yogyakarta menurut Tri, penduduknya 3,5 juta tapi pengunjungnya lebih dari 5 juta. Lebih banyak wisatawan dari pada penduduknya. Sehingga jika ada pameran tidak hanya untuk penduduk lokal saja namun juga untuk keseluruhan karena pengunjungnya lebih banyak wisatawan. Menurutnya, menunjuk Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan dinilai sudah tepat.

"Peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) dari UMKM berkisar antara 65 – 70 persen. Kita harapkan makin meningkat lagi baik DIY maupun wilayah lain. Sektor pertanian di DIY memang tidak bisa diperluas untuk ekstensi pertaniannya. Di sini lebih banyak dalam bentuk olahannya dan itu terbuka luas,"  kata Tri, Sabtu (27/04/19).

Peserta Invesda Expo 2019 yang digelar oleh PT Fery Agung Corindotama (Feraco)  berasal dari 86 instansi. Pesertanya terdiri dari 12 instansi pemerintahan tingkat provinsi, 35 instansi pemerintahan tingkat kabupaten, 13 instansi pemerintahan tingkat kota. Sebanyak 26 stan lainnya diisi dari unsur non pemerintah daerah meliputi instansi kementerian dan non kementerian, perusahaan BUMN/BUMD dan swasta nasional, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). (Ive)

 

BERITA REKOMENDASI