‘Kepepet’, Masyarakat Jadi Lebih Kreatif

BANTUL, KRJOGJA.com – Masa pandemi Covid-19 situasi ekonomi menjadi serba tidak menentu. Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), salah satunya yang terpukul. “Dalam situasi ekomomi tidak menentu, ada nilai positif, banyak yang kepepet atau terdesak, terhimpit, masyarakat jadi lebih kreatif,” kata Dr Salamatun Asakdiyah MSi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) saat membuka Seminar Nasional Ahmad Dahlan Accounting Fair (SNAF) 2 – Call for Paper secara virtual, Minggu (1/11/2020).

Webinar Nasional secara virtual merupakan rangkaian dari Ahmad Dahlan Accounting Fair (ADAF) #7 ini memilih tema ‘Optimalisasi Peran Generasi Milenial dalam Bisnis saat Pandemi Covid-19’. Seminar yang dibuka dari kampus 4 UAD, Ringroad Selatan, Bantul tersebut menampilkan narasumber Dr Endang Mulyani MSi (Ketua Badan Pengelola dan Pengembangan Usaha/BPPU Universitas Negeri Yogyakarta), Fardi Yandi (Conten Creator Founder @socialkreatif) dengan moderator Lu’lu Nafiati SE MSc (dosen UAD).
Webinar diberi pengantar oleh Muhammad Akbar (Ketua Pelaksana ADAF #7).
Menurut Salamatun Asakdiyah, dalam situasi serba terdesak memang harus mampu bertahan dengan berbagai strategi menggunakan teknologi digital secara kreatif dan inovatif. “Sebanyak 30 persen perdagangan menggunakan digital bisa bertahan. Sebanyak 70 persen perdagangan tidak menggunakan digital tutup dan gulung tikar,” ujarnya.

Hal ini mengisyarakatkan, bisnis harus melakukan adaptasi dan perilaku konsumen termasuk dengan digital. “Jangan lupa perlu bermitra, misalnya dengan marketplace: jual beli barang,” katanya.

Sedangkan Dr Endang Mulyani MSi dalam kesempatan itu banyak memberi motivasi dan menyampaikan strategi bisnis online sebagai alternatif. Dijelaskan, bisnis online tidak hanya berjualan barang, bisa menawarkan jasa, misal menyediakan kelas belajar online. Selain itu, menjadi wirausaha online yang andal tidaklah mudah, tetapi tidak sesulit yang dibayangkan. “Pada dasarnya setiap orang dapat belajar berwirausaha online,” ucapnya. Faktanya, sejarah menunjukkan para wirausaha paling berhasil pada dasarnya manusia biasa.

Pada bagian lain, Endang Mulyani menyinggung, seorang wirausaha selalu menciptakan mimpi. Mimpi dalam literatur manajemen disebut visi, ditindaklanjuti dengan misi dan harus ada tindakan nyata. Termasuk jadi wirausaha online ada 4 modal dasar, yakni minat, modal, relasi dan kesempatan. “Itu tidak cukup, perlu menumbuhkan mental wirausaha melalui proses berkelanjutan, belajar, berlatih, bertindak dan sukses berkelanjutan.” tandasnya.

Ditambahkan Muhammad Akbar selaku Ketua Palaksana ADAF #7 mengatakan, kegiatan Minggu (1/11/2020), kegiatan berupa Webinar Nasional, Call for Paper dan Closing Ceremony dengan pengumuman lomba esai. Closing ceremony bertema ‘Satukan Semangat bersama sebagai Pondasi Menuju Generasi Emas’.(Jay).

BERITA REKOMENDASI