Kerukunan Dijaga, Banteng Umbaran Siap ‘Amankan’ Pilkada Bantul 2020

BANTUL. KRJOGJA.com – Pilkada serentak bakal dilaksanakn pada beberapa daerah di Indonesia termasuk di beberapa kabupaten di DIY. Salah satunya adalah Kabupaten Bantul yang akan melaksanakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati untuk periode 2021 – 2026. 

Pelaksanaan Pilkada Bantul tahun 2020 dilaksanakan dengan melalui berbagai pentahapan mulai dari pendaftaran bakal calon, hingga pelantikan Bupati – Wakil Bupati terpilih. Namun tidak jarang dalam berbagai pentahapan tersebut terdapat berbagai permasalahan yang dapat mengganggu proses pelaksanaan Pilkada.

Tak dapat dipungkiri bahwa dalam setiap pelaksanaan event pesta demokrasi baik pada tingkat pusat (Pemilu) maupun pada tingkat daerah (Pilkada) juga dibarengi berbagai permasalahan dari berbagai pihak. Baik pada pihak panitia penyelenggara, peserta, hingga simpatisan.

Salah satu faktor yang menentukan serta berpotensi kuat terjadi permasalahan adalah dengan hadirnya organisasi sayap / underbow parpol yang turut mengusung visi misi parpol yang diusung dengan melibatkan massa dalam jumlah besar. Permasalahan yang sering timbul tidak terlepas dari perbedaan kepentingan Politik antar golongan. Selain itu adanya intervensi oleh pihak luar yang sengaja melakukan provokasi sehingga proses pelaksanaan Pilkada menjadi tidak kondusif juga menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan proses pentahapan Pilkada 2020 terganggu.

"Kelancaran pelaksanaan Pilkada Bantul nantinya selain bergantung pada panitia penyelenggara, juga tidak dapat terlepas dari peran masyarakat Bantul untuk dapat menjaga situasi kondusif baik menjelang, saat hingga setelah pelaksanaan Pilkada Bantul 2020. Karenanya kami dari Banteng Umbaran siap ikut mengamankan situasi," jelas Rumawan, Korlap Banteng Umbaran, Kamis (9/1/2020).  

Hal tersebut dapat diwujudkan dengan beberapa upaya yang antara lain untuk tidak terprovokasi oleh pihak – pihak yang sengaja memperkeruh suasana, tidak mudah terhasut oleh berita bohong (HOAX) serta tidak terlibat dalam berbagai bentuk kampanye hitam yang dapat merusak substansi Pilkada.(*)

BERITA REKOMENDASI