Ketua Koperasi Notowono Raih Kalpataru

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Kegigihan berjuang, dalam mengembangkan hutan pinus dari aspek ekonomi berbabasis pemberdayaan masyarakat mengantarkan Ketua Koperasi Notowono Mangunan Dlingo Bantul, Purwo Harsono diganjar penghargaan. Ia meraih penghargaan Kalpataru 2021 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI sebagai perintis dan pengelola kawasan wisata hutan di Mangunan dan sekitarnya. Prestasi membanggakan tersebut kemudian dirayakan masyarakat dengan menggelar kenduri bersama pada Jumat pekan lalu.

“Penghargaan dari Kementerian KLH RI ini saya terima langsung pertengahan bulan ini. Karena saya dinilai berhasil mengembangkan hutan dari aspek ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat serta pemeliharaan hutan dan fungsi sosial,” ujar Purwo Harsono Senin (25/10/2021).

Lelaki yang akrab dipanggil Ipong ini menjelaskan, sebenarnya sejak awal dirinya enggan disodorkan sebagai nominasi penerima penghargaan Kalpataru. “Ketika diajukan sebagai nominasi itu membawa konsekuensi berat. Apa yang sudah saya dan teman- teman dilakukan sejak 2014 memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk memanfaatkan hutan bukan ajang untuk dilombakan, tetapi semata demi kesejahteraan bersama,” jelasnya.

Ketika awal merintis, Kaki Langit sebagai embrio seolah jadi tonggak pertumbuhan ekonomi dengan kekuatan masyarakat. Kalurahan Mangunan pun melesat jadi kekuatan ekonomi terkemuka di Kabupaten Bantul dengan masyarakat sebagai roda penggerak utama. Kehadiran berbagai objek wisata ternyata jadi penyangga ekonomi masyarakat dikawasan tersebut.

Purwo Harsono menjelaskan, Hutan Pinus Mangunan dikembangkan pertama kali akhir 2014 yakni dikawasan destinasi wisata Kaki Langit. “Tahun 2015 akhirnya mulai dibangun kawasan Hutan Wana Wisata, hingga pada akhirnya berkembang hingga kini,” ujarnya.

Menurut Ipong, saat ini terdapat ratusan warga terlibat langsung dalam mengelola kawasan wisata hutan pinus Mangunan. Bahkan sebelum pandemi Covid-19 sekitar 724 orang menjadikan objek wisata Mangunan sebagai sandaran hidup.

Namun ketika pandemi menghajar semua sektor, jumlahnya terus menyusut kisaran 394 orang. Objek wisata dibawah Koperasi Notowono diantaranya, Hutan Pinus, Pinus sari, Pinus Pengger, Seribu Batu, Puncak Becici, Lintang Sewu serta Natadamar.

Purwo Harsono dan kawan kawan seolah tidak pernah lelah memberikan pendampingan kepada masyarakat. Selain itu Koperasi Notowono begitu gencar mensosialisasikan pentingnya melestarikan hutan di tengah-tengah pemanfaatannya sebagai objek wisata.

Kontribusi Koperasi Notowono bagi masyarakat kian terasa ketika program sosial digulirkan diantaranya santunan bagi yatim piatu, jompo, pendampingan peningkatan kualitas pendidikan dasar hingga bedah rumah. Tidak hanya itu Koperasi Notowono juga menggerakkan program kerja bakti disepanjang jalan dari wilayah Imogiri sampai menuju Objek Wisata Hutan Pinus Mangunan.

Tingkat kunjungan menembus dua juta wisatawan setiap tahun sebelum pandemi. Bahkan dalam kondisi normal perputaran uang di kawasan wisata mencapai Rp 21 miliar.

“Penghargaan ini sebenarnya bukan karena saya sendiri. Tetapi dalam merawat hutan dan sehingga masih asri dan lestari dilakukan bersama teman-teman dan peran masyarakat, ” ujarnya.

Kesadaran masyarakat dalam merawat hutanpun terus ditebalkan. Khususnya penembangan kayu secara liar. Penembangan secara liar bakal menimbulkan bahaya ekologis mulai banjir, tanah longsor hingga kekeringan.

Momentum syukuran Ipong berharap dunia wisata di DIY bangkit kembali. “Sekali lagi saya tegaskan, pengahargaan Kalpataru ini bukan prestasi Purwo Harsono saja. Tetapi merupakan kerja keras semua pihak termasuk para petani hutan. Sekarang ini juga ditanam tiga pohon pule sebagai lambang rimbunya dan teduhnya kehidupan,” ujarnya.

Sementara menantu Gubernur DIY, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudho Negoro mengapresiasi penghargaan Kalpataru didapatkan Ketua Koperasi Notowono, Purwo Harsono. (Roy)

BERITA REKOMENDASI