Kiat Desa Poncosari, Olah Sampah Menjadi Berkah

“Sekarang enak ada yang jemput sampah, meski kadang kalau cuma dua kali seminggu wadah sampah yang disediakan sudah kepenuhan tapi cukup membantu lah,” jelas Wakijem.

Tarif yang dipatok Konco Pilah dalam menjalankan jasanya cukup variatif. Ada kategori rumah tangga kecil yang dibanderol 15 ribu, rumah tangga umun 20 ribu, hingga rumah tangga besar 25 ribu sebulan.

Selain itu ada tarif berbeda juga ditetapkan jika ada instansi besar atau acara di Desa Poncosari. “Intinya tentang tarif kita coba menyesuaikan sekali dengan kondisi warga sini, kalau dirasa volume sampah banyak, pakailah paket yang semakin tinggi karena akan disediakan wadah lebih memadahi,” tambah Mimit.

Kini dengan turut sertanya 200 kk pada program yang dibuat Bumdes, perubahan mulai nampak di lingkungan desa. Tak hanya sekedar pengelolaan sampah, namun juga potensi wisata.

Sepanjang tahun 2020 ini telah ada dua rombongan kampus berkunjung menengok Konco Pilah bekerja. Sempat pula ada turis Belgia yang dibawa agen travel ke Poncosari.  Selain itu, dari satu unit bisnis ini bisa mulai rutin menggaji tujuh anggota  Bumdes Mukti Lestari.

Jika saja usaha lain yang masih dalam tahap pematangan telah berjalan maksimal, bukan hal yang mustahil jika wajah Poncosari berubah total. Unit usaha Bumdes yang masih belum berjalan yakni Konco Plesir yang menggali potensi wisata desa dan Konco Pasar yang fokus pada program wirausaha. “Masih kami upayakan segara berjalan semua secara maksimal, tunggu tanggal mainnya,” tutup Mimit dengan nada optimis. (Hammam Izzudin)

BERITA REKOMENDASI