Kirab Budaya, Ajang Napak Tilas Mataram Pleret

BANTUL, KRJOGJA.com – Tidak dapat dipungkiri, dahulunya memang terdapat kerajaan mataram islam di Pleret. Setidaknya, hal tersebut dibuktikan dengan adanya Lapangan Sultan Agung Pleret yang dahulunya merupakan Alun-Alun kerajaan. Bahkan, peninggalan-peninggalan sejarah hingga kini juga masih dapat dinikmati dengan jelas, seperti yang tersaji disitus Gunung Sentono, Pleret.

Guna melakukan napak tilas kejayaan kerajaan mataram islam itu, Yayasan Warisan Budaya Mataram Pleret (YWBMP) pun mengadakan kirab budaya dalam serangkaian Gelar Budaya Mataram Islam Pleret V, (03/09/2017).

Pembina sekaligus pendiri YWBMP, Slamet Santosa (44) menjelaskan, kirab budaya diselenggarakan juga  untuk mengangkat potensi seni keprajuritan dan seni kebudayaan. Sehingga, budaya asli dapat lestari dan mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

“Kirab ini untuk mengangkat potensi seni keprajuritan dan seni kebudayaan, lestari budayanya sejahtera masyarakatnya,” tegasnya kepada KRjogja.com.

Rute kirab budaya sendiri berangkat dari lereng Gunung sentono, melewati dusun Tambalan, Kauman, Keputren, Kerto, Kedhaton, hingga berakhir di Lapangan Sultan Agung Pleret. Selama iring-iringan kirab berjalan, panggung utama yang berada di garis finish pun diisi dengan seni kebudayaan yang berciri khas islami dan njawani, seperti halnya hadroh, tari-tarian, dan sholawat montro.

Slamet menuturkan, seluruh lapisan masyarakat dari Kecamatan Pleret turut berpartisi dalam kirab budaya kali ini, diantaranya mulai dari siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan pelaku budaya serta organisasi wanita pemerhati budaya jawa.

“Jumlahnya ribuan, ada 50 kelompok yang masing-masing paling tidak mengirimkan 30 personilnya. Belum lagi relawan-relawan dan panitianya,” tuturnya. (Mg-10)

BERITA REKOMENDASI