Kirab Budaya Antarkan AHM – JP Daftar KPU

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Kirab budaya menghantarkan pasangan calon (paslon) KH Abdul Halim Muslih (AHM) – Joko Purnomo (JP) mendaftarkan menjadi Calon Bupati (Cabup) ke Komisi Pemilihan Umum. Sementara itu target yang akan dicapai paslon AHM – JP ketika memimpin kedepan yakni bertolak dari keterpurukan ekonomi menuju kesejahteraan dari pembangunan tersegmentasi menuju pembangunan yang adil dan merata dan dari intoleran menjadi kabupaten yang menjunjung tinggi toleransi.

“Kekuatan rakyat terwakilkan dalam barisan yang turut mengantar AHM-JP saat mendaftar di KPU Kabupaten Bantul. Barisan ini terdiri dari pelaku seni budaya, petani, nelayan, kaum perempuan, pelaku wisata, pelaku UMKM, kaum milenial hingga laskar-laskar militan,” jelas AHM usai pendaftaran Paslon Peserta Pilkada Bantul 2020 di Kantor KPU Kabupaten Bantul, Jumat (04/09/2020).

AHM menambahkan kesadaran kolektif rakyat untuk mendukung ikhtiar politik AHM-JP adalah demi cita-cita bersama mewujudkan Bantul Lebih Baik. Ikhtiar dari semangat Hijrah Politik untuk membawa Bantul dari titik suram menuju kemajuan di berbagai bidang.

Adapun AHM-JP resmi diusung 4 parpol parlemen yakni PDIP, PKB, PAN dan Demokrat serta dua kursi non parlemen PSI dan Gelora. Beberapa relawan AHM-JP yang mengantar nampak banyak di antaranya Relawan Jalumas, Relawan Sebhumi, Srikandi AHM-JP dan sebagainya.

Sementara Joko Purnomo (JP) menambahkan dengan berlabuhnya PAN ke AHM – JP, duet tersebut diusung koalisi gemuk. Dengan rincian 24 kursi atau 53 persen kursi di DPRD Kabupaten Bantul yakni PDIP 11 kursi, PKB 6 kursi, PAN 5 kursi dan Demokrat 2 kursi.

Ketua Tim Pemenangan AHM – JP, Kusbowo Prasetyo menambahkan semangat untuk mendukung calon panglima di pemerintahan Kabupaten Bantul itu, tergambar saat barisan rakyat mengantar AHM – JP menuju gerbang medan laga Pilkada, yakni KPU Bantul. Beberapa penampilan seperti Tari Edan-edanan Nirbaya, mengawali gerak langkah AHM-JP menuju KPU Bantul.

Dalam budaya Jawa tarian ini adalah laku budaya dari sebuah harapan agar terhindar dari sengkala atau beboyo. Simbol pengharapan kepada Sang Maha Kuasa agar dihindarkan dari segala rintangan seiring ikhtiar politik AHM-JP. (Aje/Roy/Jdm)

BERITA REKOMENDASI